Cerita Terbaru
- CERITA CINTA : KEKASIH TAK SAMPAI
- CERITA DEWASA : PAARTWENE
- CERITA CINTA : PURNAMA DI PELUPUK MATA
- CERITA DEWASA : CINTA BISU
- CERITA DEWASA : Cinta Sejati
- CERITA DEWASA : Tinggal Kenangan
- CERITA DEWASA : Terpisahnya Persabatan
- CERITA DEWASA : Penghianat Cinta
- CERITA DEWASA : Kenapa Kau Ambil Ke Dua Orang Tua Ku
- CERITA DEWASA : TAKDIR (True Story)
- CERITA DEWASA : JANJI MANIS
- CERITA CINTA : AKU INGIN DIA KEMBALI
- CERITA CINTA : DOA CINDY KEPADA MANTAN PACAR PLAYBOY (KISAH NYATA)
- CERITA DEWASA : TERPISAHNYA PERSAHABATAN
- CERITA DEWASA : DOLLY
- CERITA CINTA : PENGHIANAT CINTA
- CERITA DEWASA : Mata Cinta Kasih dari Surga
- CERITA CINTA : Karena Cinta Sejati, Vino Tidak Jadi Pergi
- CERITA CINTA : HUJAN DI BULAN JANUARI
- CERITA DEWASA : MALAM MINGGU KELABU
- CERITA DEWASA : DUA CINTA
- CERITA DEWASA : GELISAH SI CANTIK NESSA YANG PUTIH MULUS DAN SEXY
- CERITA DEWASA : MENCINTAIMU...
- CERITA DEWASA : MISTERI CINTA SESAAT
- CERITA DEWASA : ALWAYS IN LOVE
- CERITA DEWASA : BAU BADAN... OH NO !!!
- CERITA DEWASA : TERSENYUMLAH UNTUKKU
- CERITA DEWASA : KEPENTOK CINTA KAKAK KELAS
- CERITA DEWASA : GARA-GARA FACEBOOK (KISAH NYATA)
- CERITA DEWASA : CARIIN GUE COWOK !!!

Sponsor Kami #2
Iklan Link
Peluang Usaha, Dicari Agent
Umrah Travel dan Haji Plus Travel Agent
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
CERITA ANAK : IDE MAMAT UNTUK TEMPAT BERLIBUR BARU
Last Updated on Sunday, 06 December 2009 17:22 Written by Thomas Antoni "Segelas Air Putih" Sunday, 06 December 2009 16:58
Minggu pagi, di salah satu komplek perumahan, terlihat Mamat, Robi dan Nia sedang berkumul di rumah Siti. Mereka saling bercerita satu sama lain.
Rumah Mamat, Robi dan Nia jaraknya berdekatan, karena memang mereka hidup bertetangga. Sebenarnya di komplek perumahan tersebut masih ada anak-anak lainnya yang seumuran mereka. Ada Tono, Udin, Ali, Iwan, Lisa, Wati, Susi dan lainnya.
“Setiap hari libur, kita sering berkumpul di salah satu rumah di antara kita,” kata Mamat terlihat agak jenuh.
“Iya, kayaknya bosan juga,” tambah Nia.
“Kalau orang tua kita punya waktu dan punya uang lebih, pasti kita diajak oleh mereka untuk pergi berlibur,” kata Siti.
“Pergi berlibur kan butuh uang…Kalau tidak perlu-perlu sekali biasanya aku dan keluarga berlibur di rumah saja…he…he…” kata Robi dengan nada berrcanda.
“Jadi di hari libur begini enaknya ngapain ya ?” tanya Siti.
“Enaknya sih kita berkumpul di suatu tempat bersama dengan teman-teman yang lain...Dan melakukan sesuatu yang bermanfaat dan menyenangkan,” saran Mamat.
“Apaan dong ? tanya Siti dan Robi bersamaan.
Mereka pun mulai berfikir sejenak. Tiba-tiba Mamat mempunyai ide.
“Aku tahu !...Aku tahu ! “ kata Mamat.
Akhirnya Mamat mulai menjelaskan idenya tersebut kepada Robi, Nia dan Siti.
Pada hari-hari berikutnya, ide Mamat tersebut disampaikan kepada teman-teman yang lainnya.
* * * * *
Seminggu sudah waktu berlalu. Di hari minggu pagi yang cerah mereka bertemu lagi. Tapi kali ini ada Tono, Udin, Ali, Iwan, Lisa, Wati, Susi dan lainnya. Ternyata ada Pak Budi dan Bang Ali. Mereka berdua adalah petugas kebersihan di lingkungan tempat Mamat. Mereka berkumpul di lapangan bulu tangkis yang sudah lama tidak digunakan. Terlihat lantai lapangan ada yang sudah bolong dan ditumbuhi rerumputan.
Mamat dan teman-temannya membawa peralatan kebersihan, seperti ; sapu lidi, ember, pengki. Ternyata Mamat dan Robi membawa pacul. Kalau Pak Budi dan Bang Ali membawa golok dan arit. Apa yang mereka lakukan ? Oh ternyata mereka akan bekerja bakti.
Mereka membersihkan lapangan bulu tangkis. Selain itu, mereka juga akan membuat lapangan sepak bola. Kerja bakti dimulai. Ada yang membersihkan rumput yang menempel di lapangan bulu tangkis. Ada juga yang membersihkan rerumputan dan semak belukar yang berada samping lapangan bulu tangkis.
Bebatuan dan sampah mereka pisahkan dan mereka kumpulkan di suatu tempat. Semak belukar yang tinggginya sudah mencapai satu meter, ditebas dengan golok dan arit Pak Budi dan Bang Ali.
“Wah capai juga ya,“ kata Lisa yang terlihat sedang memindahkan batu besar.
“Iya, tapi seru juga kalau dikerjakan secara bersama,“ sambut Iwan.
Tak lama kemudian ibunya Siti, ibunya Susi dan kakak perempuannya Tono datang ke lapangan dengan membawa anaka makanan dan minuman dingan.
“Horee !...Horee !...Asyik ! “ teriak anak-anak senang.
Mereka segera berlari menuju ke arah makanan dan minuman. Sebelum makan dan minum, mereka sempat mencuci tangan di rumah Tono dan Lisa yang kebetulan letaknya tak jauh dari lapangan. Setelah makan dan minum, mereka kembali melanjutkan kerja bakti.
* * * * *
Pada hari minggu berikutnya, mereka kembali bekerja bakti. Kali ini jumlahnya lebih banyak dari minggu sebelumnya. Ayah mereka dan saudara kandung mereka ternyata ikut serta. Kali ini terlihat benda dan peralatan lain, seperti ; palu, paku, gergaji, bambu, papan, triplek, tali, semen, pasir, batu bata dan lainya.
* * * * *
Pada hari minggu yang ketiga, kerja bakti dilanjutkan lagi. Begitu pula dengan hari minggu yang keempat. Akhirnya, semua yang direncanakan oleh Mamat dan teman-temannya dapat terwujud.
Terlihat sebuah lapangan sepak bola dengan dua buah gawang terbuat dari bambu. Lapangan sepak bola ini berada sekitar 10 meter dari lapangan bulu tangkis. Kini lapangan bulu tangkis layak untuk digunakan.
Lantai lapangan bulu tangkis diperluas, sehingga dapat digunakan juga sebagai lapanga bola voli.
Sebuah bangunan kecil seperti pos ronda berdiri di antara lapangan bulu tangkis dan lapangan sepak bola. Bangunan ini terbuat dari bambu dan papan.
“Enak juga nongkrong di sini...Bisa buat tidur-tiduran juga,“ kata Mamat saat duduk di dalam bangunan kecil tersebut.
Di dalam bangunan itu terdapat lemari yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan dua buah papan catur dan peralatan olah raga.
“Mamat dan teman-teman sangat berterima kasih kepada bapak-bapak, ibu-ibu, kakak-kakak, dan lainnya, atas partisipasinya mambantu kami,“ kata Mamat kepada mereka-mereka yang turut membantu.
Kini di waktu santai pada hari libur, Mamat dan teman-temannya berkumpul di lapangan tersebut. Mereka berolah raga, atau sekedar berbincang-bincang. cerita-cerita keseharian yang mereka alami di sekolah mereka, saling mereka ceritakan satu sama lainnya di tempat ini.
Suasana di sana juga tampak indah dan asri. Ada pohon buah dan tanaman hias. Pokoknya enak deh.
Penulis : Thomas Antoni "Segelas Air Putih"
Lihat Juga cerita cerita dewasa Rekomendasi dari Kami :
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Mencintaimu
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Always in Love
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kepentok Cinta Kakak Kelas
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Angel yang Cantik Sekali
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Jamilah Anak Betawi
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Hari Pertama Gw Jalan Sama Dia
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Sepinya Kelas Qu
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kehidupan Seorang Play Girls
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kenangan Terindah
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Stasiun Kereta Api
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Gara-gara Facebook
| < Prev | Next > |
|---|
| Cerita Cerita Lainnya : |
|---|
|
| Powered By relatedArticle |
CeritaCeritaKu.Com




