Sunday May 20

Sponsor Kami #2

Iklan Link

 

Peluang Usaha, Dicari Agent
Umrah Travel dan Haji Plus Travel Agent

--------------------------

Buy Online

--------------------------

Kredit Mobil Jakarta

--------------------------

Jual Flash Disk

--------------------------

Baju Baju Baju

--------------------------

Busana Muslimah

--------------------------

Kredit Laptop

--------------------------

Lowongan Kerja

--------------------------

Buy Vacuum Cleaner

 --------------------------

Jual Laptop Murah

 --------------------------

Jual Tas Laptop

--------------------------

 Lelang Online

--------------------------

Hotels & Resorts Finder

 

Vemma Bisnis Online Automatis

Vemma Bisnis Online Automatis

CERITA ANAK : PUSI… KUCING KESAYANGAN ANIS

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Cerita Anak - Cerita Anak

User Rating: / 1
PoorBest 
CeritaCeritaKu.Com Pusi  

Bel pulang sekolah telah berbunyi. Anis dan teman sekelasnya pamit pada Ibu Guru. Anis, Lia dan Budi bergegas menuju ke parkiran sepeda. Karena rumah mereka tidak jauh dari sekolah, dan juga saling berdekatan, maka terkadang mereka bertiga berangkat dan pulang sekolah dengan mengendarai sepeda secara bersama-sama.

Saat dalam perjalanan pulang ke rumah. Anis mendengar sesuatu.

“Meong !…Meong !…Meong…!” terdengar suara anak kucing.

“Kalian dengar suara kucing, tidak ?” tanya Anis.

“Ya,” jawab Lia dan Budi bersamaan.

“Seperti suara anak kucing…Sepertinya minta tolong,” Anis menduga.

 “Tapi dari asal mana suara tersebut ?” tanya Lia.

“Sepertinya dari arah got di sebelah sana,”  kata Budi menduga seraya menunjuk ke arah selokan air.

Mereka segera menepikan sepeda di pinggir jalan, lalu menuju ke arah selokan air. Benar saja, mereka melihat seekor anak kucing yang tercebur ke selokan air. Budi segera mengambil anak kucing tersebut. Anak kucing tersebut basah kuyup dan sedikit kotor. Akhirnya mereka membersihkan anak kucing tersebut.

“Kasihan sekali anak kucing ini, sepertinya tidak ada induknya,” Anis menduga.

 “Lalu kita apakan anak kucing ini,” tanya Budi.

“Biarlah, aku akan membawanya pulang,” kata Anis.

Anis segera memasukkan anak kucing tersebut ke dalam keranjang sepedanya. Setiba di rumah, Anis menceritakan peristiwa tersebut kepada ibunya. Untunglah ibu mengijinkan Anis memelihara anak kucing itu.

Sebulan kemudian anak kucing itu tumbuh sehat dan sedikit bertambah besar. Anak kucing berwarna kuning kecoklatan diberinama Pusi. Pusi sangat nurut dan manja kepada Anis.

Suatu ketika di sore hari. Anis ingin membeli buku pelajaran di toko buku yang jaraknya tidak jauh dari rumah. Anis memasukkan uang pemberian ibu ke dalam dompet, lalu dompet tersebut ia masukkan ke dalam saku celana samping pinggang.

“Pusi, hari ini aku ingin buru-buru pergi ke toko buku. Kamu di rumah saja ya, enggak usah ikut,” kata Anis kepada Pusi yang dari tadi mengikuti Anis.

Anis segera mengeluarkan sepeda menuju ke pekarangan rumah. Rupanya Pusi masih mengikuti. Saat Anis sudah tiba di jalanan depan rumah, ternyata Pusi masih mengikuti, tetapi Anis tidak menyadari hal itu. Akhirnya Pusi menghentikan langkahnya. Pusi melihat Anis menghilang di tikungan jalan.

Karena Anis tergesa-gesa mengayuh sepeda, tanpa disadari, dompet Anis terjatuh. Dari jarak kejauhan sepertinya Pusi melihat kalau dompet Anis terjatuh. Pusi masih penasaran ingin mengejar Anis sampai di tikungan jalan.

Pusi tiba di tikungan jalan, tapi sayang Anis sudah tidak tampak lagi. Tiba-tiba Pusi melihat dompet Anis yang jatuh. Pusi segera menggigit dompet tersebut lalu membawanya pulang.

Anis tiba di toko buku. Saat ingin membayar harga buku, ia kaget karena dompetnya tidak ada. Anis menyadari kalau dompetnya jatuh di jalan. Anis sedih karena tidak jadi membeli buku. Akhirnya ia kembali pulang ke rumah.

Saat Anis dalam perjalanan pulang ke rumah, Lia berkunjung ke rumah Anis. Lalu Lia menceritakan sesuatu kepada ibunya Anis

Anis pun tiba di rumah, lalu menceritakan peristiwa tersebut kepada ibunya dan juga Lia.

“Ya sudah, ini pelajaran bagimu Nis, kalau menyimpan dan membawa sesuatu, apalagi yang berharga, maka kamu harus hati-hati ya,” ibu memberi saran.

“Iya bu,” kata Anis.

Tiba-tiba ibu mengeluarkan sesuatu.

“Ini dompetmu bukan ?” tanya ibu sambil tersenyum.

“Iya bu !” Anis terkejut bercambur senang.

Anis mengambil dompetnya, membuka isi, ternyata masih ada uangnya. Anis bersyukur.

“Di mana ibu menemukan dompet ini?” tanya Anis heran.

“Ibu tidak menemukan dompet ini, tapi Pusi yang membawanya ke sini…Mungkin dompetmu jatuh di jalan, lalu Pusi yang menemukannya di jalan,” kata ibu seraya menduga.

Lia juga menceritakan sesuatu kepada Anis.

“Nis, tadi saat aku di jalan, aku melihat Pusi menggigit sesuatu, lalu ia segera berlari ke rumahmu…Mungkin yang Pusi gigit adalah dompetmu,” kata Lia.

“Wah berarti benar…Pusi yang menemukan dompetku di jalan. Rupanya Pusi tahu kalau dompet ini milikku, ya karena Pusi sering melihat dompet ini,” kata Anis kepada ibu dan Lia.

Anis menggendong Pusi dan mengelus-elus kepalanya.

“Kamu hebat sekali Pusi, aku bangga padamu,” kata Anis.

Setelah kejadian ini, Anis menceritakan kehebatan Pusi kepada teman-temannya yang lain. Mereka pun turut memuji Pusi.


Lihat Juga cerita cerita dewasa Rekomendasi dari Kami :

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Mencintaimu

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Always in Love

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kepentok Cinta Kakak Kelas

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Angel yang Cantik Sekali

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Jamilah Anak Betawi

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Hari Pertama Gw Jalan Sama Dia

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Sepinya Kelas Qu

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kehidupan Seorang Play Girls

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kenangan Terindah

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Stasiun Kereta Api

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Gara-gara Facebook

DbClix

TrafficRevenue Get paid To Promote at any Location

GTranslate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Sponsor Kami #1

Custom Tags Cloud