Cerita Terbaru
- CERITA CINTA : KEKASIH TAK SAMPAI
- CERITA DEWASA : PAARTWENE
- CERITA CINTA : PURNAMA DI PELUPUK MATA
- CERITA DEWASA : CINTA BISU
- CERITA DEWASA : Cinta Sejati
- CERITA DEWASA : Tinggal Kenangan
- CERITA DEWASA : Terpisahnya Persabatan
- CERITA DEWASA : Penghianat Cinta
- CERITA DEWASA : Kenapa Kau Ambil Ke Dua Orang Tua Ku
- CERITA DEWASA : TAKDIR (True Story)
- CERITA DEWASA : JANJI MANIS
- CERITA CINTA : AKU INGIN DIA KEMBALI
- CERITA CINTA : DOA CINDY KEPADA MANTAN PACAR PLAYBOY (KISAH NYATA)
- CERITA DEWASA : TERPISAHNYA PERSAHABATAN
- CERITA DEWASA : DOLLY
- CERITA CINTA : PENGHIANAT CINTA
- CERITA DEWASA : Mata Cinta Kasih dari Surga
- CERITA CINTA : Karena Cinta Sejati, Vino Tidak Jadi Pergi
- CERITA CINTA : HUJAN DI BULAN JANUARI
- CERITA DEWASA : MALAM MINGGU KELABU
- CERITA DEWASA : DUA CINTA
- CERITA DEWASA : GELISAH SI CANTIK NESSA YANG PUTIH MULUS DAN SEXY
- CERITA DEWASA : MENCINTAIMU...
- CERITA DEWASA : MISTERI CINTA SESAAT
- CERITA DEWASA : ALWAYS IN LOVE
- CERITA DEWASA : BAU BADAN... OH NO !!!
- CERITA DEWASA : TERSENYUMLAH UNTUKKU
- CERITA DEWASA : KEPENTOK CINTA KAKAK KELAS
- CERITA DEWASA : GARA-GARA FACEBOOK (KISAH NYATA)
- CERITA DEWASA : CARIIN GUE COWOK !!!
AdsSpy: 18 sites by this AdSense ID 

Sponsor Kami #2
Iklan Link
Peluang Usaha, Dicari Agent
Umrah Travel dan Haji Plus Travel Agent
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
CERITA DEWASA : Kenapa Kau Ambil Ke Dua Orang Tua Ku
Last Updated on Tuesday, 30 November 1999 07:00 Written by Administrator Tuesday, 24 May 2011 17:00
Dari mulai situ lah Saleha menyadari bahwa yang Ia punya di dunia ini hanyalah ibunya, Saleha sangat sayang pada ibunya, kehidupan Saleha semenjak di tinggalkan ayahnya Saleha serba kekurangan, Saleha dan ibunya harus berjualan kue dahulu untuk membeli sesuap nasi.
Saleha selalu berkorban untuk ibu yang dia sayang, Saleha tidak ingin di tinggalkan oleh orang yang dia sayanginya pergi meninggalkan dia untuk yang ke dua kalinya, cukup satu kali saja dia merasakan kehilangan orang yang dia sayang yaitu ayahnya. Ibu itu bagi saleha segalanya, Saleha selalu menemani ibunya kemanapun ibunya pergi.
Pada saat itu tiba-tiba ibu saleha terjatuh sakit. Saleha sangat khawatir pada ibunya yang mendadak sakit, saat itu Saleha tidak mempunyai uang sama sakali untuk membeli obat buat ibunya yang sedang sakit, terpaksa Saleha harus berjualan kue dan meninggalkan ibunya sendirian di rumah, karena saleha harus berjualan kue, untuk mencari uang buat membeli obat ibunya.
“ Ibu..Saleha berangkat dagang dulu yah,Bu..?” dengan hati yang ragu saat ingin meninggalkan ibunya sendirian di rumah
“ Ia.. Saleha, hati-hati yah nak di jalan,semoga dagangan mu laku semua..”
“ Amin.. bu saleha berangkat dulu yah..” sambil cium tangan ibunya sebelum Saleha berangkat berjualan
“ Hati-hati yah nak...?” tanya ibu saleha
“ Iaa,, bu.”
Pada saat itu Saleha benar tidak tega pada ibunya yang ia tinggalkan sendirian di rumah yang sedang sakit. Saleha terus berjalan menjual kue untuk membeli obat buat ibunya yang sedang sakit, entah tahu kenapa hati Saleha sangat gelisah tiba-tiba ia ingin cepat pulang, tapi Saleha bingung dagangan ia belum ada yang terjual laku.
Saleha terus berjalan agar kue-kue terjual dengan cepat, hati saleha benar-benar ingin pulang melihat kondisi ibu nya.” kenapa yah hati ku sangat gelisa rasanya aku ingin cepat-cepat pulang”. Pada akhirnya Saleha benar-benar pulang walaupun kuenya belum terjual satu pun,,” aku harus pulang, tapi gimana sama obat ibu kalau aku pulang, kuenya belum laku semua.” hati Saleha saat itu benar-benar harus memilih, dia harus pulang apa terus berdagang kue untuk membeli obat ibunya.
Saleha memutuskan untuk pulang ke rumah karena ia takut terjadi apa-apa dengan ibunya. Tiba sesampai di rumah bendera kuning menancap diatas pagar rumah Saleha dan di rumah Saleha sangat ramai sekali, “ ada apa yahh, ko rumah aku ramai sekali engga seperti biasanya”. saleha terus berjalan menghampiri pintu rumah,
“ Saleha..?”
“ Ia bu, ini ada apa yah bu ko ramai sekali,?”
“ Ibu mu Saleha...?”
“ Kenapa dengan ibu ku.?” tanya saleha
“ Ibu mu telah tiada..”
“ Eng....ga mungkin, ibu.....” Saleha langsung masuk kerumah dan berlari sambil menyebut nama ibunya
“ Ibu ini Saleha bu, bu bangun bu, jangan tinggalkan saleha bu..” Saleha sambil memeluk ibunya yang sudah tak dapat membuka mata dan hanya bisa menutup mata yang akan meninggalkan ia selamanya
“ Sabar Saleha, ikhlaskan lah kepergian ibu mu, agar berliau pergi dengan tenang..?” tanya tetangga Saleha
“ Kenapa ibu meninggalkan Saleha sendirian disini, Saleha ingin ikut ibu..” air mata Saleha terus mengalir tiada hentinya
“ Aku sayang sekali pada ibu, kenapa engkau meninggalkan ku bu.” hati saleha benar hancur dan tidak ada harapan lagi karena semuanya telah tiada.
“ Sudah Saleha jangan kau tangisi ibu mu terus, biarlah ia pergi dengan tenang, sebentar lagi ibu mu akan di makam kan, jangan kau tangisi ibu mu ikhlaskan lah kepergiannya..”
Tepat pada pukul 10.00 ibu Saleha di makamkan, tempatnya tidak berjauhan dari makam ayahnya Saleha. Hati saleha benar-benar tidak percaya bahwa ibunya sudah tiada, ia berjalan terus berjalan sambil membawa kembang untuk ibunya Saleha berkata” Tuhan kenapa kau ambil semua ke dua orang tua ku, kenapa bukan aku yang kau ambil tuhan, aku sangat sayang kepada mereka.”
Sesampai di pemakam ibunya, dan ibunya akhirnya di makam kan, Saleha hanya bisa mengucapkan,” Selamat tinggal bu semoga di sana ibu di tempatkan disisi nya, amin.”
setelah ibunya di makam kan, Saleha hanya bisa megusap dan mencium batu lisan yang menancap di tanah kuburan ibunya.
Saleha pulang ke rumah dengan hati yang sangat begitu sakit dan hancur, karena tiada lagi seorang ibu yang menemani ia di hari-hari yang akan datang. Sesampai di rumah Saleha hanya terdiam membisu dan hanya bisa mengenang saat-saat terindah bersama ibunya sewaktu ibunya masih hidup.
Lihat Juga cerita cerita dewasa Rekomendasi dari Kami :
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Mencintaimu
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Always in Love
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kepentok Cinta Kakak Kelas
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Angel yang Cantik Sekali
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Jamilah Anak Betawi
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Hari Pertama Gw Jalan Sama Dia
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Sepinya Kelas Qu
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kehidupan Seorang Play Girls
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kenangan Terindah
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Stasiun Kereta Api
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Gara-gara Facebook
| < Prev | Next > |
|---|
CeritaCeritaKu.Com




