Cerita Terbaru
- CERITA CINTA : KEKASIH TAK SAMPAI
- CERITA DEWASA : PAARTWENE
- CERITA CINTA : PURNAMA DI PELUPUK MATA
- CERITA DEWASA : CINTA BISU
- CERITA DEWASA : Cinta Sejati
- CERITA DEWASA : Tinggal Kenangan
- CERITA DEWASA : Terpisahnya Persabatan
- CERITA DEWASA : Penghianat Cinta
- CERITA DEWASA : Kenapa Kau Ambil Ke Dua Orang Tua Ku
- CERITA DEWASA : TAKDIR (True Story)
- CERITA DEWASA : JANJI MANIS
- CERITA CINTA : AKU INGIN DIA KEMBALI
- CERITA CINTA : DOA CINDY KEPADA MANTAN PACAR PLAYBOY (KISAH NYATA)
- CERITA DEWASA : TERPISAHNYA PERSAHABATAN
- CERITA DEWASA : DOLLY
- CERITA CINTA : PENGHIANAT CINTA
- CERITA DEWASA : Mata Cinta Kasih dari Surga
- CERITA CINTA : Karena Cinta Sejati, Vino Tidak Jadi Pergi
- CERITA CINTA : HUJAN DI BULAN JANUARI
- CERITA DEWASA : MALAM MINGGU KELABU
- CERITA DEWASA : DUA CINTA
- CERITA DEWASA : GELISAH SI CANTIK NESSA YANG PUTIH MULUS DAN SEXY
- CERITA DEWASA : MENCINTAIMU...
- CERITA DEWASA : MISTERI CINTA SESAAT
- CERITA DEWASA : ALWAYS IN LOVE
- CERITA DEWASA : BAU BADAN... OH NO !!!
- CERITA DEWASA : TERSENYUMLAH UNTUKKU
- CERITA DEWASA : KEPENTOK CINTA KAKAK KELAS
- CERITA DEWASA : GARA-GARA FACEBOOK (KISAH NYATA)
- CERITA DEWASA : CARIIN GUE COWOK !!!
AdsSpy: 18 sites by this AdSense ID 

Sponsor Kami #2
Iklan Link
Peluang Usaha, Dicari Agent
Umrah Travel dan Haji Plus Travel Agent
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
CERITA DEWASA : DOLLY
Last Updated on Tuesday, 30 November 1999 07:00 Written by Administrator Monday, 21 February 2011 14:04
Namun keluarga ini tidak menyerah walau sempat putus asa. Mereka terus berusaha, hingga akhirnya nyonya Switcher mengandung. Hal itu tentu disambut dengan sukacita oleh suami dan kerabatnya karena keinginan mereka akhirnya terwujud. Kehamilan sang istri tentu menjadi semangat dan kebahagiaan tersendiri bagi sang suami. Kehidupan rumah tangga mereka yang mulai hambar, membaik karena hadirnya si kecil, Dolly.
Dolly Swithcer tumbuh menjadi anak yang sehat dan lincah. Dan sudah tentu perhatian dari orang tua diberikan seratus persen kepada anak satu-satunya itu. Dolly sangat dimanja, apa saja yang diinginkan pasti orang tuanya akan menyanggupi.
Suatu hari, keluarga Swithcer pergi berlibur ke bukit untuk berpiknik. Ditengah perjalanan mendaki bukit tiba-tiba hujan turun sangat deras, pendakian menjadi sulit. Keluarga Switcher pun akhirnya memutuskan untuk berteduh di bawah pohon besar dan melanjutkan perjalanan setelah hujan reda.
Setelah kira-kira satu jam berteduh, mereka tertidur lelap sementara hujan berangsur-angsur mereda. Dolly terbangun dan pergi bermain sendiri tak jauh dari tempat mereka berteduh. Kondisi hutan menjadi licin sehabis hujan tadi, Dolly yang sedang tengah berlari-lari mengejar seekor burung kecil di hutan, terpeleset dan jatuh dengan cukup keras menuruni bukit.
Saat jatuh Dolly berteriak karena terkejut, teriakan Dolly itu terdengar oleh orang tuanya hingga membangunkan mereka. Saat mereka terbangun, terkejutlah mereka mendapati Dolly yang sudah tidak ada di sisi mereka. Tuan dan nyonya Swithcer langsung beranjak dari tempat berteduhnya tadi untuk mencari Dolly.
Dolly yang terjatuh, menangis, mengerang kesakitan dan tidak dapat bergerak. Ia terluka cukup parah. Tangisan Dolly itu terdengar oleh orangtuannya sehingga pencarian menjadi lebih mudah. Kira-kira setelah hampir setengah jam mencari, Tuan dan nyonya Swithcer menemukan Dolly, ia masih menagis dan tidak bergerak karena masih shock.
Setelah berhasil menemukan anaknya, Nyonya Swithcer langsung menghampiri Dolly dan Tuan Swithcer segera menghubungi polisi hutan setempat sambil berusaha menenangkan istri dan anaknya itu.
Kira-kira setelah dua puluh dua menit menuggu, polisi hutan datang membawa pertolongan dan segera menindak lanjuti keadaan Dolly. Dolly langsung mendapatkan penanganan medis dan dibawa ke rumah sakit terdekat.
Dolly mengalami cidera ringan di bagian punggung dan lengannya. Namun kaki kanannya divonis lumpuh dan harus diamputasi. Mendengar pernyataan dari dokter tersebut, Tuan dan Nyonya Swithcer merasa sangat sedih.
Usia Dolly saat itu masih 9 tahun, setelah kakinya diamputasi, Dolly harus belajar menggunakan kaki palsu. Meski Dolly menjadi lebih pemurung, orang tuanya tak pernah berhenti menyemangati Dolly, hingga ia mampu bangkit dan mengurangi rasa trauma dari tragedi yang telah mengambil keceriaan dan kaki kanannya tersebut.
Dengan dukungan dari orangtuanya, Dolly tidak berlama-lama larut dalam kemurungannya itu, ia mulai bisa beradaptasi menggunakan kaki palsunya. Ia sudah tidak takut lagi keluar rumah dan mau bermain lagi.
Saat sedang berjalan-jalan dengan ibunya, Dolly diajak ke toko hewan. Sang ibu bermaksud membelikannya hewan peliharaan sehingga anaknya itu tidak merasa kesepian di rumah. Di sudut toko tersebut ada sekumpulan anak anjing yang sedang bermain-main. Pemilik toko mengatakan bahwa seekor anak anjingnya dijual seharga Rp 200.000,-. Selagi mengamati kumpulan anjing-anjing tersebut perhatian Dolly teralihkan pada seekor anjing yang jalanya terseok-seok, satu-satunya anjing yang berbeda dari kumpulannya dan tidak bisa selincah anjing lainnya. Lalu Dolly langsung berkata, bahwa ia menginginkan anak anjing yang cacat itu. Namun sang pemilik toko berkata, ”kalau kau mau, saya dapat memberikan anjing itu secara gratis, lebih baik pilih saja yang lain, anjing itu tidak bisa bermain dengan baik karena kakinya cacat.”
Namun Dolly bersi kukuh ingin membeli anjing itu, ia menggulung celana panjangnya dan menunjukkan pada pemilik toko itu, “Kaki saya juga tidak sempurna, saya juga tidak dapat bermain seperti anak-anak pada umumnya, Saya akan tetap membayar untuk membawa pulang anjing itu.” Kata-kata Dolly disambut senyuman dari sang ibu. Akhirnya Dolly membawa teman barunya itu pulang. Anjing itu lah yang dengan setia menemani Dolly bermain dan membantu membangkitkan kepercayadiriannya kembali.
Lihat Juga cerita cerita dewasa Rekomendasi dari Kami :
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Mencintaimu
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Always in Love
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kepentok Cinta Kakak Kelas
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Angel yang Cantik Sekali
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Jamilah Anak Betawi
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Hari Pertama Gw Jalan Sama Dia
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Sepinya Kelas Qu
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kehidupan Seorang Play Girls
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kenangan Terindah
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Stasiun Kereta Api
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Gara-gara Facebook
| < Prev | Next > |
|---|
CeritaCeritaKu.Com




