Sponsor Kami #2

Iklan Link

 

Peluang Usaha, Dicari Agent
Umrah Travel dan Haji Plus Travel Agent

--------------------------

Buy Online

--------------------------

Kredit Mobil Jakarta

--------------------------

Jual Flash Disk

--------------------------

Baju Baju Baju

--------------------------

Busana Muslimah

--------------------------

Kredit Laptop

--------------------------

Lowongan Kerja

--------------------------

Buy Vacuum Cleaner

 --------------------------

Jual Laptop Murah

 --------------------------

Jual Tas Laptop

--------------------------

 Lelang Online

--------------------------

Hotels & Resorts Finder

 

Vemma Bisnis Online Automatis

Vemma Bisnis Online Automatis

CERITA DEWASA : ALWAYS IN LOVE

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Cerita Dewasa - Cerita Dewasa

User Rating: / 4
PoorBest 

“Hari ini hari terakhir gw berlibur dan besok adalah hari  pertama gw masuk sekolah SMA di mana gw punya kawan-kawan baru, guru baru. Semoga aja di hari pertama gw masuk sekolah menyenangkan dan bisa menjadi cerita yang menarik buat nanti. Gw sich ngga berharap banyak di sini gw cuma pingin aja ngerasain yang namanya masa-masa SMA asyiknya mengejar prestasi, nakal-nakalan, ketawa cekakan, dan pacaran… hehehe.”

“Oh…. Iya gw lupa memperkenalkan nama gw, kenalin nama gw Sazie kebetulan gw masuk sekolah ngga sendirian gw di temenin my frend juga louch di sekolah yang sama namanya Camai dan Azara. Gw dan mereka temenan barang louch dari kecil dan rumah gw juga sama mereka berdekatan kita tinggal satu komplek...”

”Hari yang cerah... dan pagi yang membawa kedamaian semoga hari ini gw bahagia.... amin,, amin,, jawab Sazie.”

”Sesudah Sazie menyiapkan perlengkapannya semua, Sazie langsung turun ke bawah menuju ruang makan.”
”Pagi Mom, Pagi Pah. Hari yang cerah semoga membawa kedamaian. Amin. Jawab Sazie dengan senyuman yang terpancar diwajahnya.”
”Tumben kamu pagi-pagi seperti ini sudah bangun dan cantik sekali anak Papah ini. Tegur Papah Sazie.”
”Iya donk Pah hari ini kan Sazie masuk sekolah yang baru dan ditambah Sazie ketemu sama kawan Sazie lagi di sana. Memang Tuhan benar-benar baik sama Sazie dan Puji Tuhan Sazie amat sangat bahagia.”
”Iya Nak, semoga Tuhan selalu memberkatimu, Doa Mamah Sazie.”
”Ya sudah kalo begitu Sazie pergi dulu ya Mah... Pah...”
”Hati-hati Sayang dijalan dan jangan ngebut bawa mobilnya. Perintah Mamah dan Papah Sazie.”
”Ok.. dah Mamah,, dah Papah,, Mmmuach... Semoga Tuhan selalu memberkati kalian.”

”Sesampainya di sekolah yang baru dan mewah Sazie, Camai dan Azara. Turun dari mobilnya dan menjadi pusat perhatian semuanya. Karena mereka cantik-cantik sekali. ”GOOD MORNING ALL, ada yang salah dengan kami??? Tanya mereka bertiga kepada semua yang melihatnya.”

”Mereka semua pun diam.. oh ya sudahlah kami masuk dulu.. mereka bertiga segera meninggalkan tempat tadi.”

”Wouhhh, akhirnya sampai juga di kelas yang baru... hehehe ucap mereka bertiga!”
”Oy frend tapi kayanya ada yang aneh dech sama kelas ini. ucap Camai”
”Ngga usah pada ngaur dech rese dech loe,, ucap Sazie”
”Camie dan Azara tertawa sampai wajah mereka pada merah seperti udang rebus...”
”Tuh kan kalian bercanda terus,,  kalian mah jahat. Ucap Sazie dengan manja.”
”Abis kamu lucu louch Saz, masih takut aja yach kamu ngga pernah berubah. Ucap mereka bertiga”
”Biarkan .. ucap Sazie dengan tawa yang mempesona.”  

”Di antara mereka bertiga memang Sazie lah yang paling manja dan cantik, walaupun semua teman-temannya memang cantik tapi karena kepolosan Sazie lah kecantikan yang terpancar dari sorot matanya membuat setiap oang yang melihatnya terpesona. Upzzz satu lagi nich yang perlu kalian semua tahu yach mereka bertiga memang cantik dan kaya. Tapi itu semua tidak membuat mereka sombong mereka selalu aktif menjalankan sosialisasi dengan orang-orang yang kurang mampu selain itu mereka juga pintar. Pesen kami sich jangan pernah menyombongkan sesuatu yang kita miliki karena semua itu hanya titipan semata yang Tuhan kasih untuk kita di dunia.”

”Kelas yang indah dan hari yang bahagia, semoga selalu membawa kedamaian untuk selamanya, doa mereka bertiga.”

”Teng... teng... teng... suara bel pun berbunyi dan waktunya mereka semua masuk ke kelas untuk perkenalan.”

”Pagi semua.. Selamat datang Di sekolah kalian yang baru dan semoga kalian semua senang berada di sini. Ucap Guru itu.”

”Dan sebelum ibu memberi masukan saya harap kalian tenang dan mendengarkan cerita saya dengan baik.”

”Perkenalkan saya Ibu Lani, saya mengajar mata pelajaran Biologi jadi saya harap di waktu pelajaran saya dilarang mengobrol ataupun berisik disaat saya sedang menerangkan. Mengerti semua..”

”Mengerti Bu.... jawab murid-murid semua.”

”Dan sekarang kita mulai perkenalan satu persatu saya mau dari belakang untuk maju ke depan dan meperkenalkan diri kalian masing-masing. Jawab bu Lani.”

”Dalam tiap-tiap kelas masing-masing terdapat 45 siswa yang terdiri dari 20 siswa perempuan dan 25 siswa laki-laki, sesudah mereka memperkenalkan diri mereka masing-masing. Lalu mereka segera di datangi kakak kelas yaitu osis. Osis di sana cukup banyak karena siswanya memang banyak, mereka semua diharap kumpul dilapangan untuk memdengar perlengkapan apa saja untuk MOPS.”

”Mereka emua pun berkumpul di lapangan dan mendengarkan perlengkapan apa saja yang harus mereka bawa dan bagi setiap siswa baru yang melanggarnya akan dikenakan sanksi oleh kakak kelas.”

” Perlengkapan yang harus kalian bawa untuk besok adalah untu perumpuan saya minta rambut kalian:
-    dikonde 10
-    bawa pala ayam 2 (cewe dan Cowo) yang cewe diberi pita dirambutnya dikasihin baju dan yang cowo di pakein dasi dan jangan lupa itu pala ayam di goreng dulu.
-    Lalu kalian buat tas dari kain bekas dan tasnya itu di bentuk hati.
-    Lalu kalian bawa makan lauknya tempe orektempe yang pedas, bakwan udang dan nasinya nasigoreng di atasnya dikasih timun, tomat dan pala ayam tersebut untuk di hidangkan.
-    Lalu kalian buat minumannya jus tomat campu wortol, campur kacang panjang.

 ”Dan ingat yach itu di bawa untuk 3 hari kalian menjalani MOPS dan kami semua tidak      
 ada yang mau tahu apabila dari salah satu itu kalian tidak bawa.”

dan untuk yang laki-laki saya mau kalian membawa:
-    rambut di kasih konde 1
-    bawa makanan dan minuman sama kaya anak cewe
-    bawanya kalian semua koper
-    lalu membawa dot dikalungin.

”Mengerti semuanya dan kami harap kalian semua tidak lupa untuk membawa dan memakainya.”

”Sesampainya di rumah Sazie, Camai dan Azara pun sibuk sekali untuk menyiapkan itu semua sampai-sampai mereka harus berdagang... Uupzz maaf salah maksud saya begadang.. Hahah, mereka bertiga pun membuat itu ramai-ramai dan sangat sibuk sekali sampai ibu-ibu mereka kasihan melihatnya karena takut mereka kelelahan.”

”Tarammmm.... aduch bahagia banget tahu-tahu punya kita sudah jadi ya Saz? Ucap Azara.”
”Iya, lucu yach jadinya, ngga sia-sia juga kalau harus seperti ini tapi hasilnya sempurna.”
”Aduch pegel banget tahu??? ucap Camai.”
”Ya, tapi kan semua berjalan dengan lancar dan hasilnya sangat...sangat... memuaskan.”
”Hari semakin sore dan malam akan segera datang, mereka pun membereskan semuanya dan bersiap-siap untuk beristirahat untuk menyambut esok hari.”
”Sazie,, Sazie,, Terima kasih yach buat semuanya kami pulang dulu.”
”Iyach,, kalian hati-hati yach?”
”Ok..”
”Sebelum tidu Sazie berdoa, semoga esok akan lebih baik dari hari ini dan matahari bersinar dengan terang dan udara yang menyejukkan. Terima kasih Tuhan, Amin...”
”Malam pun berlalu dengan cepat Sazie pun tertidur dengan lelap,,, suara ayam mulai terdengar dan burung mulai bernyanyi. Matahari bersinar terang dan semoga pagi ini akan lebih menyenangkan. Ucap Sazie”
”Waktunya mandi, siapakan semua perlengkapan dan sarapan.”
”Mamah,,, Mamah,,, kunci mobil Sazie mana ya Mah???”
”Louch bukan kamu yang pegang kemarin,?”
”Iya, tapi Sazie lupa meletakkannya di mana, bantu Sazie cari ya Mah?”
”Iya, Coba kamu ingat-ingat terakhir kamu pegang di mana?”
”Seingat Sazie, Sazie bawa ke gudang selesai merapikan tugas yang kemarin?”
”Ya sudah biar bibi yang cari, dan hari ini kamu berangkat diantar supir saja karna nanti takut terlambat.”
”Makasih Mah, Sazie sayang banget sama Mamah, semoga Tuhan selalu memberkati Mamah.”
”Amin..”
”Sazie berangkat dulu ya Mah. Dah Mamah sampai ketemu nanti siang.”
”Iya Sazie sayang Mamah yang paling,, paling Mamah sayang.”
”Sesampainya di sekolah Sazie pun langsung menuju ke kelas dengan dua temannya itu, dan untungnya mereka semua tidak terlabat, kalau sampai terlambat bisa bahaya banget buat mereka.”

”Selamat pagi semua bagaiman kalian sudah membawa perlengkapan yang sudah saya berikan kemarin, tanya kakak osis mereka.”
”Sudah Kakak. Ucap kompak mereka semua.”
”Ok, sekarang kalian boleh keluar dari kelas ini dan kita berkumpul di lapangan.”

”Mereka semua pun berkumpul di lapangan dan dibuat tim masing-masing oleh kakak kelas. Namun ad persyaratan yang dibuat oleh kakak kelas mereka yaitu: masing-masing tim harus kompak dan bisa bekerjasama dalam MOPS ini kalau sampai dari salah satu tim tersebut gagal mereka langsung disingkirkan dan di anggap gugur. Dan masing-masing tim yang menang akan di beri penghargaan untuk juara 1, 2, dan 3. acara mulai berlangsung seru masing-masing tim sangat sibuk dan satu per satu tim mulai ada yang melanggar dan dari 90 tim dan satu tim terdiri dari lima orang dan hanya tersisah empat tim saja yang masih berada di lapangan dan belum gugur termasuk tim Sazie dan kawan-kawan. Waktu pun terus berputar dan waktunya untuk mencari pemenang. Kakak kelas mulai memperhatikan mereka satu persatu untuk dijadikan siapa juaranya. Ternya tim Sazie masuk dalam juara tersebut dan tidak disangka di memmenangkan pertandingan ini mereka memenangkan juara 1.”

”Hari semakin siang dan sebentar lagi udah waktunya pulang, aduch cape banget gw hari ini! ucap Camai ketika mereka sedang berjalan keluar untuk pulang.”
”Iya gila banget ya kakak kelas bener-bener ngerjain kita banget, ucap Azara.”
”Ya udah lah Kalian sabar aja orang kita juga Cuma tiga hari kan, coba sekolah-sekolah lain kalau ngga sampai satu minggu?”
”Iya sich tapi sumpah ya gedek banget gw di buat kaya orang tolol di depan mereka semua. Ucap Camai dengan penuh emosi.”
”Sabar bu... sabar .... semua ini juga bakal berakhir, ucap Azara.”
”Sabar.. sich sabar.... tapi beneran dech pingin gw injek-injek tuch kakak kelas.”

”Tanpa melihat kebelakang pembicaraan mereka pun dari tadi didengar oleh kakak kelas.”
”Ketika Sazie melihat kebalakang kakak kelas pun melototinya.”
”Cam...Cam,,, ucap Sazie dengan takut seperti melihat setan.”
”Kenapa louch Saz... jelek banget muka loe kaya abis lihat setan ajach.”
”Iyach.... loe lihat kebalakan siapa belakang loe, ucap Sazie dengan pelan.”
”Apaa sich mana ada siang... siang gini setan Sazie...”
”Azara pun penasaran dia melihat juga ke belakang dan mukanya jadi berubah seperti Sazie juga.”
”Loe lagi kenapa sich pada.”
”Azara, Bacot loe Cam, loe lihat ke belakan siapa belakang kita!”
”Siapa sich pada takut amat kaya apaan aja.”

”Ketika Camai melihat kebelang Camai pun langsung kaget depan wajah Camai percis kakak kelas tersenyum tidak senang di wajahnya.”
”Hhhe... kakak lagi apa di sini mau pulang juga yach... ucap Camai basa basi dan takut juga sich.”
”Iya kamu juga ngapai masih di sini dan cerita apa kalian dari tadi kalihatannya seru, dan bukan seharusnya kalian udah pulang yach?”
”Iya kakak ini juga mau pulang, ya udah ya kakak kita semua duluan, ucap Camai dah langsung pergi ngabur.”

”Dasar ade-ade kelas nakal kenapa dia melihat gw ketakutan gitu kaya liat setan? Songong sekali untuk anak-anak itu cantik, baik lagi kelihatannya. Ucap kakak kleas sambil berjalan pulang.”

”Selagi mereka di mobil Gila tuch kakak kelas nongol-nongol aja kaya tuyul, sumpah Saz gw kaget gila. Kira-kira dia dengar ngga yach dari tadi kita cerita dan ngomongin mereka?”
”Gw sich kurang tahu bisa juga denger bisa juga ngga denger, soalnya gw juga kaget banget tahu-tahu itu orang di situ.”
”Yach kita lihat aja besok kalau sampe bener-bener itu kakak kelas denger pembicaraan kita tadi, tunggu aja tanggal mainnya paling loe,,, loe semua dibuat malu dan tambah tolol aja lebih dari hari ini.”
”Yach... yachh... udah mau sampe nich pada mau turun di mana? Ucap Sazie”
”Rumah kita masing-masing.”
”Ya udah turunlah kenapa masih pada di sini, ucap Sazie bercanda.”
”Wah parah loe saz, masa kita loe turunin disini. Rumah kita kan masih jauh.”
”Jauh,,, jauh rumah loe dari rumah gw juga kepelset nyampe aja lebai loe, dah buru turun ah pada.”
”Iya,, iya kita turun,, Terimah kasih Sazie yang cantik. Ucap mereka berdua.”
”Udah tahu alay loe berdua, dah.... sampai ketemu besok yach plend-plend quh yang so bangggeeet imut.”
“Hahhahah… bisa aja loe… dah…dah …dah.”

”Sazie pulang mah.”
”Eh kamu anak mamah yang cantik sudah pulang, gimana tadi seru ngga di sana?”
”Seru banget mah, sumpah yach itu kakak kelas pada gila dan anak-anak barunya kaya Sazie, Azara, Camai tuch kaya orang bodoh tahu mah dibuat mereka.”
”Iya sayang, wah seru banget tuch kayanya.”
”Seru donk mah.”
”Oh iya ganti baju dulu gih sana, terus makan. Makannan sudah mamah siapkan di meja makan.”
”Ok lah kalau begetuchhh mamah qu yang cantik.”
”Sazie,, Sazie bisa ajach kamu sayang.”
”Sazie pun naik ke atas dan ke kamarnya untuk ganti baju, lalu ketika sedang di kamar dia lupa menyakan kunci mobilnya yang tadi pagi tiba-tiba menghilang. Aduh.. kenapa tadi gw lupa tanya sama mamah yach kunci mobil gw di mana, pasti mamah udah ke salon dech aduch gawat. Apa nanti aja kalau mamah udah pulang kali yach gw tanya dia. Ucap Sazie di dalam kamar. Sazie pun segera turun kemabil ke tempat makan.”

”Bi.. ini mamah yang buat? Tanya Sazie”
”Iya Non.”
”Wah kelihatannya enak.”
”Yach pastilah non, Ndoro putrikan kalau buat makan pasti selalu enak.”
”Hhehe, iya sich. Ya udah aku makan dulu yach.”
”Iya Non silahkan.”

”Selesai itu Sazie pun tidur siang, dan tidak terasa hari mulai sore. Sazie pun bangun dari tidurnya. Tahu-tahu sudah malam dan pagi dia udah berangkat lagi untuk sekolah. Pagi hari yang mendung dan seperti akan turun hujan lebat.”

”Pagi mah.”
”Pagi.”
”Kunci mobil Sazie manah mah?”
”Ini.”
”kemarin ketemu di mana?”
”Di gudang, kecampur sama barang-barang kamu yang buat itu loch?”
”Oh... hhe sampe bisa kaya gituh yach mah padahal Sazie ngga naro disitu tahu mah.”
”Iya itu perasaan kamu ajach.”
”Ya sudah mah Sazie berangkat dulu yach mah.”
”Hati-hati sayang bawa mobilnya ngga usah ngebut.”
”Iyach mamah.”

”Ketika Sazie dan dua sahabatnya itu mengendarai mobil, tiba-tiba ada motor keren banget dan berjalan menuju parkir sekolah sembarang dan tidak sengaja mobil Sazie mengenainya.”

”Turun loe semua, ucap cowo tadi yang membawa motor.”
“Kenapa?? Jawab Sazie”
“Kenapa lagi mobil loe tuch ngenain motor gw?”
“Bukannya loe sendiri yang sengaja nempel-nempel sama mobil gw yach.”
”Songong loe yach kalau ngomong ngga di pikir?”
”Ngapai amat gw ngomong sama orang kaya loe pake mikir dulu, ngga penting banget.”
”Wah songong banget loe, pasti anak baru loe yach yang ngga tahu siapa gw.”
”Emang gw ngga tahu siapa loe, dan gw juga ngga penting banget tahu yach siapa loe.”
”Tiba-tiba ada kakak kelas yang ke marin, ini ada apa sich?”
”Ini kak ada cowo gila yang bawa motor ngga bener? Ucap Camai”
”Cowo gila? Kamu minta maaf sama dia semua.”
“Idich ngapain banget kak kita harus minta maaf sama orang-orang kaya gitu, orang dia yang salah coba dia ngga mepet-mepet mobil saya pasti kan mobil saya ngga lecet kaya gini.”
“Kakak bilang kalian minta maaf sama dia, sebelum kalian berurusan dengan teman-temannya.”
”Ngga mau.. ucap kompak mereka bertiga dan langsung meninggalkan tempat tersebut.”

”Mereka semua pun langsung masuk ke kelas tanpa menghiraukan cowo tadi dan kakak kelas yang membela cowo tadi. Dan ngga kerasa hari udah siang dan sudah pulang.”

”Ngga kerasa udah hampir 4 bulan mereka sekolah di sana dan asyik banget melihat persahabatan mereka yang selalu terlihat tanpa masalah. Pada suatu ketika mereka sedeng berjalan untuk ke perpustakaan mereka dinganggu oleh cowo yang waktu itu mereka tabrak sampai jatuh. Tetapi mereka tidak sendiri mereka berasama geng-nya yaitu tiga cowo ganteng, tajir, dan pokoknya cool abis dech. Tiga cowo itu bermaksud untuk balas dendam dengan mereka bertiga dengan catatan buat persahabatan mereka hancur dan berantakan. Yu kita lihat ceritanya....”

”Ke esokkan hari sekolah seperti biasanya kantin ramai sekali setiap jam istirahat berbunyi. Lalu tiba-tiba saja,!”

”Minggir-minggir.... ucap geng cwo-cwo itu dari ke jahuan.”
”Siapa sich? Ucap Camai”
”Ngga tahu itu pada kenapa lagi kok pada minggir yach.”
”Tahu siapa sich yang datang, tanya Camai dari salah satu anak kelas lain.”
”kalian ngga tahu anak pengusaha itu mau datang.”
”anak pengusaha, peduli banget emang dia siapa di sini. Kenapa kalian semua pada takut dan pergi dari sini kalau ada dia.”
”Bukan gitu, kalau samapi kami berontak atau melawan mereka kami bisa tidak sekolah lagi di sini bahkan kami ngga akan punya tempat tinggal.”
”Ah masa sich.”
”Iya udah banya banget mereka mengeluarkan teman-teman kita karena mereka tidak suka.”
”Hahaha,, gw fikir ini cerita Cuma di film aja ternyata masih ada yach orang yang punya kerjaan selain ngurusin masalah orang lain kaya loe-loe semua. Tunjuk Camai ke depan muka-muka cowo-cowo itu dengan berani.”
”Siapa loe berani banget loe gini kaya gw. Ucap cowo itu.”
”Ngapai juga gw harus takut sama loe-loe semua.”
”Loe ngga tahu siapa gw, gw bisa aja yach buat hidup loe dan temen loe-loe ini hancur yach dan satu lagi loe-loe semua yang nabrak gw waktu itu kan.”
”Iya kenapa masih inget aja loe, gw aja udah lupa lagi pula males banget gw inget-inget itu kurang kerjaan dan ngga penting banget buat gw. NGERTI LOE COWO GILA.”

”Kurang ajar loe, ucap cowo itu dan hampir ingin menampar Camai.”
”Kenapa berenti? Coba tampar kalau berani dasar banci kaleng, gw paling ngga suka banget yach ngeliat cowo yang ngga punya rasa kemanuasian sedikit aja dan yang gw lihat dari loe itu loe ngga pernah ngerasain kasih sayang yang datang dari keluarga loe. Teriak Camai.”
”Ngga usah sok tahu loe, dasar cewe aneh. Sambil cowo itu meninggalkannya.”
”Wah hebat banget kalian berani melawan mereka, ucap anak-anak tersebut yang berada di kantin tadi.”
”Kita bilangin yach sama kalian cowo-cowo kaya gitu harus dikasih pelajaran dan kalian ngga usah takut sama mereka.”
”Ngga mungkinlah kita berani, kita itu punya hidup dan hidup kita semua masih panjang, kita ngga mau karena Cuma masalah ini  kita harus kehilangan semuanya.”

”Wah ternyata masih ada aja yach orang-orang kaya cowo-cowo gila itu di sini, heran gw kok bisa yach ibu mereka melahirkan anak-anak kaya mereka. Ucap Azara di mobil Sazie ketika sedang di perjalanan pulang.”
”Iya bisalah, kalau gw lihat sosok mereka semua sich kaya kurang kasih sayang orang tua dech, ucapa Camai.”
”Cwittttt,,, cwitttt perhatian nich canda Sazie.”
“Ada-ada ajach loe muka gila gw perhatian sama cowo-cowo gila tadi orang baru kelihatannya gitu yang gw lihat.”
“Wah ada kemajuan nich temen kita jadi para normal.”
”Apa sich loe-loe semua kurang kerjaan banget dech.”
”Bercanda Camai, Camai mah perasaan banget dech kaya pembantu gw di rumah,,, hhhheeeehee.....”
”Diem loe ah ngga usah ketawa jelek tahu ngga kalian ketawa.”
”Apah.... ucap sazie.”
”Iyach jelek.”
”Loe bilang apah barusan mau gw turunin di sini apah loe bilang gw jeleq. Hhehehe”
”Abis pada sok tahu dech kaya dukun gila.”
”Wah songong ngatain gw dukun gila lagi, loe tuch semua yang gila.”
”Eh main dulu aja yu ke mal kita shoopimg-shooping gimana?”
“Boleh ide yang bagus. Mari lanjutkan perjalanan.”

”Sesampainya di mal pun mereka bercanda dan kelihatan sangat senang tanpa beban di hidup mereka.”

”Mau makan siang di mana, tanya Azara?”
”Tempat biasa ajach lah.”
”Ok dah sip.... makan,,, makan,,,”

”Ngga kerasa waktu udah sore dan mereka harus segera pulang untuk beristirah tapi berhubung besok hari libur mereka merencanakan untuk berlibur ke Vila mereka yang berada di Bandung. Kira-kira mereka berlibur tiga hari dan itu cukuplah untuk berlibur.”

”Buat persiapan besok pokoknya ngga ada yang telambat yach,,, ok biar samapi sana ngga siang dan bisa istirahat. Ucap Sazie”
”Siiip,,, dah pokoknya gampang bisa diatur.”
”Yach udah bagus.”
”Oh yach buat besok udah di atur kan dan udah telepon bibi belum di sana kalau kita mau datang besok. Ucap Azara”
”Kayanya sich udah tuch ditelepon sama lou kan Saz, tanya Azara.”
”Iyach udah pokoknya dan siap dech semuannya, besok tinggal cap cus aja kita besok.”

”Keesokkan harinya mereka sudah rapi dan bersiap-siap menyiapkan untuk keberangkatannya ke Bandung.”

”Pagi Saz, berangkat sekarang kita nich? Tanya Camai”
”Iyalah tunggu apa lagi.”
”Ya udah nich barang-barang kita taro mana?”
”Taro lah di bagasi?”
”Di mobil loe atau di mana nich?”
“Iya di mobil gw lah.”
”Ya udah bukalah bagasinya, nyuru masukkin barang kok bagasinya belum di buka.”
”Oh iya,, iya cerita donk dari tadi. Hhhheee!”
”Yech ngemeng loe dari tadi juga gw dah cerita, ya udah mana sini kuncinya biar gw aja yang bawa? Ucap camai.”
”Serius loe yang mau bawa, tumben aja ya sudahlah bagus. Nich kuncinya.”
”Mamah Sazie berangkat dulu yach?”
”Iya sayang hati-hati semoga tuhan selalu menyertaimu. Ucap mamah Sazie”

”Di sepanjang jalan pun Sazie, Camai dan Azara bernyanyi, ledek-ledekkan dan bahagia sekali sampai mereka kelelahan dan tertidu Camai menyetir sendirian.”

”Wah songong nich pada gw di tinggal tidur, mana pules banget lagi padahal bentar lagi mau nyampe aja malah pada tepar, ucap Camai.”
”Woy,,,, woy baaaannnnngggguuunnn loe dah mau sampai juga. Teriak Camai”
”Ah rese loe ngagetin aja. Ucap Sazie”
“Abis pada tidur gw di cuekkin.”
“Ya maaf rang ketiduran kok, BTW dah sampai mana nich?”
“Dah sampe depan gerbang Vila loe?”
”Ah yang bener loe, terus ngapain loe ngga terun?”
”Ya nunggu loe-loe pada bangunlah mang mau loe gw tioggallin di mobil.”
”Hahaha, ngga sich Camai emang baik dah.”

”Ya udah turun gich, bibi dan nungggu tuch dari tadi.”
”Oke.”

”Siang Non. Ucap bibi”
”Siang Bi.”
“Oh yach Non kamar udah bibi siappin dan makan siang juga sudah ada di meja makan.”
”Oh iya, makasih Bi.”
”Oh ya Bi si bapa mana tolong naikkin barang-barang kita di kamar yach.”
”Oh baik Non.”

”Widih cape banget, pemandangan yang indah dan menarik. Ucap Camai”
”Oh iya abis ganti baju makan, mau ke mana nich kita tujuan awal. Ucap Sazie”
”Enaknya kemana?”
”Mumpung hari cerah banget nich ke gunung aja. Ucap Azara”
”Ah gila loe panas banget kaya gini ke gunung bisa gosong gw.”
”Iya loe Ra ada-ada aja.”
“Ya udah terus mau ke mana?”
”Ya udah makan aja dulu siapa tahu bibi masak enak hari ini.”

”Bibi,,,, bibi panggil mereka bertiga.”
”Iya Non?”
”Bibi masak apah hari ini, kelihatannya enak?”
”Ya pasti enak donk Non kalau bibi yang masak.”
”Bisa aja dech si bibi.”
“Ya udah kita makan yach bi, bibi udah makan belum terus si bapa ke mana dari tadi kok ngga kelihatan?”
“Iya Non bapa lagi bantu tetangga sebelah yang baru pindah?”
”Louch bukannya itu punya pak siapa itu bi aku lupa?”
”Punya pak jay, tapi beliau sudah pindah ke luar negri biasa lah Non dia kan suka pindah-pinda tempat kerjannya.”
”Lah terus siapa yang tingga di sana?”
”Di sana sich ngga ada yang nempatin Non, sama seperti Non kalau ada anaknya aja mau berlibur di situ ada orangnya. Kalau tidak salah anaknya sekolah di tempat Non dech tapi dia kelas tiga sekarang.”
”Ah yang bener Bi?”
”Iya No, masa bibi boong, orang tadi ngga lama dari Non tuch dia sampai. Dia juga ngga sendiri dia bertiga sama temennya.”
”Terus ngapai sich bapa ke sana?”
”yach ngga enak atuh Non ada tetangga baru yach harus disambut lagi pula anaknya juga sopan, ramah dah gitu kasep lagi Non.”
”Aduch si bibi, inget bibi teh sudah ada bapa, terus bapa teh mau dikemakan?”
”Aduh si Non bisa aja, ya udah atuh Non di makan dulu itu, bibi malah jadi ngga enak keasikkan ngobrol begini.”
”Oh iya Sazie makan dulu yach bi.”

”Selesai mereka makan mereka pun bersiap untuk melanjutkan perjalanan, lalu ketika mereka sedang di perjalanan tiba-tiba saja ban mobil Sazie kempes dan acara mereka untuk jalan-jalan hari ini gagal karena mobil yang kempes.”

”Wah Saz kenapa nich mobil kok ngga enak banget yach kaya bannya kempes. Ucap Camai”
”Ah iya,, iya coba turun dulu tu lihat?”
”Ra coba loe lihat kempes ngga/”
”Iya,, iya kempes. Kok bisa kaya gini parah banget sich.”
”Iya parah banget, untung ngga jahu dari Vila coba kalau jauh repotkan?”
”Berarti Tuhan masih sayang sama kita.”
”Terimah kasih Tuhan kau telah menyelamatkan kami. Ucap Azara”
”Ya udah telepon sich bapa donk Saz biar dia yang urus buat di bawa ke bengkel.”
”Iya.”

”Mereka pun meninggalkan tempat itu karena mobil sudah bapa yang urus, mereka pun kembali ke Vila dan hanya berenang dulu di sana untuk hari ini. ngga kerasa hari sudah sore dan mereka berharap mobil sudah balik. Tapi ternyata belum, ketika Sazie telepon bapa. Bapa bilang kalau mobilnya bukan kempes melainkan bocor alus dan harus di taro bengkel dulu untuk sementara dan bisa di ambil besok.”

”Ya ampun kenapa jadi kaya gini banget sich liburan mobil pake bocor lagi. Ucap Zasie”
”Iya,, iya Saz ngga nyangka banget gw bisa kaya gini. Ucap Camai”
”Udahlah yang penting kita ngga kenapa-napah dan Fun,,, fun aja kan sampai hari ini.”
”Iya sich.”
”Ya udahlah nikmattin aja hari ini.”

”Ya Tuhan semoga esok akan lebih baik dari hari ini dan bisa menikmati yang ada di disini.”

”Ke esokkan harinya, mereka pun semua bersiap untuk ke kebun strobery dan ke kawah putih untuk foto-foto di sana. Sesampaiya di kebun strobery mereka pun lansung foto-foto di sana.”

”Wah keren banget pemendangannya, udah lama gw ngga ke sini. Ucap Azara”
”Iya keren banget, seneng dech ada di sini bisa menghirup udara bebas tanpa harus ada polusi. Hhehehhe, kelihatannyabagus juga gw foto di sini kelihatan tambah cantik aja gw. Bercnda Camai.”
”Ye sakit loe PD gila se gila,,, gila nya.”
”Iyalah gw cantik masa iya gw gantang, kalau gw sekarang ganteng malam cantik BENCONG donk gw.”
”Hahahahahah, tawa Azara dan Sazie.”
”Ada-ada aja loe ya, ya udah yuk ah. Mari kita lanjutkan perjalanan.”
“Mari dah..........”

”Mereka bertiga pun asyik menikmati pemandangan dan isi yang ada di sana sepuas-puasnya sampai mereka bercanda-canda tawa, foto-foto gila, gokil bareng-bareng dan banyak banget yang mereka lakuin di sana yang buat mereka Fun.... Fun,,,,, dan Fun. Sempet iri sich liat persahabatan mereka soalnya selalu banyak banget kebahagian yang mereka dapetin dan mereka ngga pernah yang namanya bertengkar dan intinya mereka selalu ada dan saling membantu satu sama lainnya. Nah itu yang melengkapi kebahagian mereka selama ini.”

”Visi dan misi mereka adalan NO BOY NO PROBLEM, dan itu yang buat mereka ngga ada masalah selama ini dan buat mereka bahagia-bahagia aja tanpa cowo.”

”Ketika mereka bertiga sedang cerita tiba-tiba saja.”
”Camai,,, Camai coba loe liat ke belakang gw ngga salah liat kan, Ucap Azara.”
”Liat apaan sich loe?”
”Itu cowo rese yang kemaren di sekolahan kan ngapain coba dia ada di sini.”
”Ah ngarang loe ngga mungkin lah dia ngapain coba ada disini!”
”Mai beneran loe liat kebelakang itu beneran cowo itu.”
”Ah yang bener loe, nga bohong kan loe!”
”Ya ampun makan liat.”
”Oh my good, bener itu dia ngapain yach mereka di sini. Wah udah ngga aman nich.”
”Ngapain sich mereka ada di sini merusak pemandangan di sini aja, ucap Sazie.”
”Bener tuch Saz apa kata loe merusak.”
”Udah yuk ah, kita langsung ke kawah putih aja dan ngga nafsu gw lihat mereka ada di sini. Ucapa Camai”
”Iya yu, pingin cepet-cepet pergi gw dari sini ngga seneng gw ngeliatnya pengen muntah.”

”Mereka pun segera pergi meninggalkan tempat itu dan melanjutkan ke tempat berikutnya.”
”Ya Tuhan semoga kami ngga akan di pertemukan mereka lagi. Doa Sazie dalam hati”
”Napah loe Saz? Tanya Azara”
“Gw minta sama Tuhan semoga kita ngga di pertumakan mereka lagi.”
”Amin... Amin....”
”Ngapain tahu mereka di sini, merusak semua-muannya aja dech pokoknya yang ada di sini. Kesel dech gw... Ucap Azara.”

”Selesai mereka bertiga ke rawah putih dan ingin berjalan pulang tiba-tiba saja ban mobil mereka kempes dan mereka bingung mana handpon mereka ngga ada sinyal, dan tiba-tiba saja terdengar suara cowo yang sedang cerita dan tertawa. Ketika Sazie memanggilnya untuk minta tolong dari belakang Sazie kaget ternyata tiga cowo tadi yang lewat dan mereka pun menghampiri mereka bertiga.”

”Ah loe bertiga ngapain loe semua ada disini, bukannya tadi loe di kebun strobery yach. Ucap Zasie dengan polos dan kaget.”
”Terus kalian sendiri ngapain di sini, sampe teriak-teriak minta tolong segala mang ada apa?”
”Ngga ada apa-apa kok.”
“Ah kalian bohong yach, gw liat ban mobil kalian bocor yach, kenapa?”
”Gw bilang ngga apa-apa, ya ngga apa-apa cerita mulu loe, pusing gw dengernya.”
”Ye gw mau bantuin juga malah marah-marah, ya udah lah loe semua ngga usah tengsin gituch santai aja sama kita bakal kita bantuin kok.”
”Ya udahlah kalau loe maksa, tapi jangan mentang-mentang loe dah bantuin kita gw bisa baik yach sama orang kaya loe.”
”Yach loe pada ngancem sich ya udahlah ngga usah ja dech mendingan kita pergi aja.”
”Eh iya,,,  jangan-jangan ya udah cepetan donk katanya mau bantuin malah loe masih berdiri disitu ajach.”

”Selesai membantu Sazie, Camai, dan Azara mereka pun langsung pergi, dan parahnya lagi Sazie, Camai dan Azara tidak bilang terima kasih tapi itu ngga jadi masalah buat cowo-cowo itu, dibalik keburukkan cowo itu dia masih menyimpan rasa kkasih sayang walaupun mereka ngga bisa nunjukkinnya dan selalu bersikap kasar kepada orang lain. Tapi aslinya cowo itu baik.”

”ya ampun ngga nyangka gw anak-anak gila itu bisa buat baik juga yach sama kita? Ucap Azara.”
”Ah itu sich biasa cari muka aja tuch anak-anak gila. Ucap camai penuh emosi.”
”Ah loe bukannya bersyukur dah di bantuin juga dan kita bisa pulang malah marah-marah dan ngga usah bahas itulah mendingan bahas yang lain aja.”
”Iya ngapain juga kita bahas cowo-cwo itu ngga penting banget.”

”Aduch jadi gimana yach kelanjutan cerita ini, makin pada keras aja ngga ada yang ngalah dan penasaran kan. Ini baru cerita awalnya aja apa nanti mereka semua bakal jatuh cinta satu sama lain, atau  jadi sahabat atau mungkin juga mereka ngga bakal di pertemukan lagi dan selamanya akan saling mambenci. Hahhah,,,,, itu masih rahasia!!! tunggu yach kelanjutannya ngga akan lama kok. Dan kalian juga penasaran kan dari awal kalian membaca kalian tidak tahu nama cowo itu siapa padahal udah 4 bulan Sazie, Camai dan Azara sekolah di sana tapi tidak pernah tahu siap nama cowo itu, emmmm,,,  kira-kira siapa sich nama cowo itu dan kenapa mereka semua ngga pacaran aja dan kenapa mesti bertengkar terus padahal kan cocok banget yang cewe cantik dan cowo ganteng, kaya pula mereka juga orang terpandang ditambah mereka semua cerdas kurang apa coba.”
 


Lihat Juga cerita cerita dewasa Rekomendasi dari Kami :

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Mencintaimu

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Always in Love

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kepentok Cinta Kakak Kelas

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Angel yang Cantik Sekali

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Jamilah Anak Betawi

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Hari Pertama Gw Jalan Sama Dia

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Sepinya Kelas Qu

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kehidupan Seorang Play Girls

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kenangan Terindah

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Stasiun Kereta Api

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Gara-gara Facebook

DbClix




Cerita Cerita Lainnya :

Powered By relatedArticle

CeritaCeritaKu.Com TrafficRevenue Get paid To Promote at any Location

GTranslate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Sponsor Kami #1

Custom Tags Cloud