Sponsor Kami #2

Iklan Link

 

Peluang Usaha, Dicari Agent
Umrah Travel dan Haji Plus Travel Agent

--------------------------

Buy Online

--------------------------

Kredit Mobil Jakarta

--------------------------

Jual Flash Disk

--------------------------

Baju Baju Baju

--------------------------

Busana Muslimah

--------------------------

Kredit Laptop

--------------------------

Lowongan Kerja

--------------------------

Buy Vacuum Cleaner

 --------------------------

Jual Laptop Murah

 --------------------------

Jual Tas Laptop

--------------------------

 Lelang Online

--------------------------

Hotels & Resorts Finder

 

Vemma Bisnis Online Automatis

Vemma Bisnis Online Automatis

CERITA DEWASA : CARIIN GUE COWOK !!!

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Cerita Dewasa - Cerita Dewasa

User Rating: / 1
PoorBest 

Gege! Cewek manis berkulit putih ini adalah pentolannya geng Gapsters. Geng  Gapsters terdiri dari cewek-cewek yang populer di Sekolah SMA  Budaya Bangsa. Mereka yang masuk ke dalam gang Gapsters, ialah Gege sebagai ketua Geng, Rere, dan Nesa. Gw ceritain dulu nih profil mereka satu persatu.

Di mulai dari Gege. Gege itu pentolannya Geng Gapsters. Dia juga ketua Cheerleaders sekaligus merangkap sebagai sekretaris OSIS. Patut diacungi jempol ya! Gege juga terkenal cewek yang veminim banget deh. Gak salah dia jadi inceran para cowok di SMA Budaya Bangsa.

Yang ke dua, Rere. Rere adalah juara lompa basket antar Sekolah. Setiap dia mewakili sekolahnya, pasti selalu menang. Mungkin karena keseringan berman basket, jadi sifatnya agak kecowo-cowoan alias tomboy.

Dan yang terakhir, Nesa. Nesa itu anaknya salah satu penyalur dana terbesar di Sekolahnya. Jadi, diantara kedua temannya yang lain hanya Nesa yang paling tajir. Pokoknya tajir mampus deh! Katanya sih, kekayaan Orang Tua yang diwarisin ke Nesa gak bakalan habis sampai tujuh turunan. Prestasinya Nesa gak terlalu menonjol. Dia hanya menduduki peringkat ke tiga dikelasnya.
Nah,  itu dia profilnya.

Hari ini adalah lomba pertandingan basket antar Skolah. Seperti biasa, Rere menjadi kapten tim basket. Gege pun ikut andil dalam pertandingan ini. Gege juga tampil sebagai tim pemandu sorak atau yang lebih dikenal dengan Cheerleaders. Nesa hanya duduk sambil memakan Pop Corn melihat pertandingan tersebut.
Setelah pertandingan tersebut berakhir, pada saat Gege akan menggati kostumnya ia melihat Radit. Radit adalah   musuh besar  Gege sejak dari kelas 1 SMA.  Kalau mereka berdua bertemu udah seperti kucing sama anjing deh.

“Apaan loe ngeliatin gue?” Bentak Radit.
“Eh.. cowok gila! Pede banget loe, gak nafsu gue ngeliatin loe.”
Mereka berdua saling menjauh. Pergi dengan keperluan masing.  Sebenernya, Radit sudah suka sama Gege.
Tapi Radit gak pernah mau jujur. Maklumlah gengsi jaman sekarang masih dipake.

Diantara Geng Gapsters, yang belum punya cowok cuma tinggal Gege dan Rere. Tapi kalau Rere dua minggu yang lalu baru jadian sama anak basket Sekolah lain. Wiiihh... asyik deh.
Sekarang tinggal Gege yang belum punya cowok. Rere ajah yang tomboy udah punya cowok, masa Gege yang perfect belum punya cowok.  

Akhirnya, Rere dan Nesa mencarikan cowok buat Gege. Hari ini jadwal ketemuannya Gege sama Roland. Katanya sih, Roland adalah anak dari saudaranya Rere di Bandung.
“Gege. Udah cantik nih loe … Good!” Ujar Nesa.
“Ok deh.” Gege pergi mengenakan rok putih dan t-shirsnya, tak lupa juga sepatu hak tingginya.
“Good Luck ya.” Serempak Nesa dan Rere.

Gege dan Roland sudah membuat janji terlebih dahulu. Mereka janjian di Rose Cafe. Tapi sampai sekarang Roland belum muncul. Sudah setengah jam Gege menunggu.
Tak lama kemudian, datang seorang cowok culun memakai kaca mata. Pakaiannya sama sekali norak abis. Dengan celana jins yang kebesaran dan kemeja kotak-kotak berwarna ungu. Pokoknya, gak banget deh!  
Gege melihat dari ujung kaki sampai ujung rambut.

Cowok itu menanyakan nama Gege.
“Maaf, kamu yang namanya Gege ya?” Dengan kaca matanya yang besar ia bertanya.
Seketika itu juga Gege yakin bahwa cowok culun yang ada didepannya itu adalah Roland. Gege mengelak, “Ahhh bukan, Saya bukan Gege. Mas salah orang kali.” Gege langsung pergi meninggalkan Roland sendirian menunggu.
“Gila! Gue mau dijodohin sama cowok culun kaya gitu. Ihhh... Ogah gue.”

Gege langsung pulang. Karena hari sudah larut malam, Gege pun langsung tidur.
Keesokan harinya, di Sekolah pagi ini sudah ramai sekali anak-anak yang datang.
“Gege! Gimana sama Roland semalam? Asyik apa gak?” Tanya Rere.
Nesa  ikut nimbrung omongan, ”Ganteng gak?    “

Gege langsung kesal mengingat kejadian semalam.
“Akhh, udah deh jangan bahas yang semalem! Boro-boro asyik. Gantengn juga kagak, kalau culun iya.” Gege berwajah kesal
“Ahahahaha.....” Rere dan Nesa tertawa terbahak-bahak.
“Yeee... loe pada malah nertawain gue. Jahat loe.”

Gege pergi menuju Perpustakaan Sekolah. Sampai disana, Gege mengambil sebuah buku. Tetapi , buku tersebut direbut oleh Radit.
“Apaan sih loe?” Gege marah.
“Yeeee.. buku ini gue yang liat duluan.” Radit membela diri.
“Eh, Tapi ini buku gue yang mengambil duluan.”

Mereka berdua saling tarik menarik buku tersebut, hingga akhirnya buku itu sobek menjadi dua.
“Akhhhh... Loe sih, jadi robekkan ni buku.” Gege menyalahkan Radit.
“Yeee, nyalahin gue.”
“Bodo! Pokoknya loe harus ganti ini buku sebelum penjaga Perpustakaan tahu. Sial gue ketemu sama loe mulu.” Gege pergi berlalu meninggalkan Radit.

Gege melihat dikelasnya, Rere dan Nesa sedang bercanda.
“Dari mana loe?” Tanya  Nesa.
“Dari Perpustakaan.” Jawab Gege.
“Terus, kenapa muka loe ditekuk gitu? Senyum dong, nanti cantik loe hilang lagi.” Gurau Rere.
“Di Perpustakaan gue ketemu sama Radit!”
“Terus apa yang jadi masalah?” Tanya Rere dan Nesa serempak.
“Dia berebut buku sama gue, sampai bukunya sobek jadi dua bagian. Biarin ajah, dia gue suruh ganti tuh buku.” Gege makin kesal.
“Udah dong jangan dipermasalahin. Mendingan loe liat ini.” Nesa menunjukkan selebaran brosur.
Dibaca oleh Gege brosur tersebut.

Buat kamu-kamu para Cowok  yang lagi jomblo, Ayo ikuti pencarian cinta sejati.
Apakah dia cinta sejatimu?
Dia sedang menjari cinta sejati. Buat kamu yang berminat jadi cowoknya cepetan datang ke audisi Cinta sejati.
Bagi yang mau mendaftar silahkan hubungi:  Rere dan Nesa di 08577123456

Terpampang dibrosur tersebut  foto seorang cewek yang sedang mencari cinta sejatinya. Foto tersebut adalah foto GEGE. Ya.. Ampun!
Gege menggebrak meja , “Woyyy, apa-apaan nih? Loe kata gue gak laku. Sampe-sampe loe bikinin brosur buat cari'in gue cowok.”
Rere menenangkan Gege, “Jangan marah dong, kita kan cuma mau bantu loe.”
“Tapi bukan begini caranya!.”   Sahut Gege.
“Nie brosur belum kesebarkan?”Tanya Gege.

Rere dan Gege menggaruk kepalanya salah tingkah, “Hmmm... maaf deh, tapi itu brosur udah kesebar .”
“Gila! “Gege terkejut.
“Dan sekarang udah ada 15 cowok yang daftar.”
“Aduuuhhhh... pusing deh gue.” Gege menepuk keningnya.
“Coba dulu ajah.” Bujuk Nesa.
Mau tidak mau Gege harus mengikuti Brosur Cinta yang dibuat oleh temannya tersebut.

Hari ini Gege akan bertemu dengan tiga cowok dalam satu hari.
Cowok yang pertama, Gito.
Lumayan sih, tapi sayang benget, bahasa Jawanya medok banget dah.”
Cowok yang kedua, Ikbal.
Dari pakaiannya sih keliatannya dia anak yang tajir, tapi pas pelayan ngasih bon untuk bayar minuman yang dipesen, yang bayar bukannya Ikbal malah Gege. Adowhhh...
Yang terakhir, Cowok ketiga, Bobi.
Bobi ini badannya ga nahan booo.... badannya udah kaya kardus kulkas, gede banget.

Dari ketiga cowok tadi, tidak ada satupun yang di pilih Gege. Karena Kriterianya sama sekali tidak sesuai dengan apa yang di inginkan oleh Gege.

Alhasil, pencarian cowok pun berlanjut dilain harinya. Setelah diseleksi dari sekian banyak cowok.
Nama Aldi adalah satu-satunya cowok yang lumayan memenuhi kriteria Gege.

Bukan hanya itu, Aldi juga anak seorang pejabat.
“Gimana? Makanannya enak?” Tanya Aldi.
Gege mengguk.
“Kalau loe mau gue bisa beli'in loe semua makanan yang ada disini.” Ujar Aldi dengan angkuhnya.
“Oh.. gak usah, gue udah kenyang kok.” Gege tersenyum.
“Kaya'nya udah malem banget deh. Ayo kita pulang!”
mereka bernjak dari duduknya, dan menuju tempat parkiran mobil. Diparkiran mobil, Gege melihat pengemis yang sepertinya belum makan.

“Tunggu dulu ya, gue mau kesana.” Gege menuju pengemis itu, tetapi  tangannya dipegang oleh Aldi.
“Gak usah kesana.” ujar Aldi.
“Tapi kasian pengemis itu.”
“Udah gak usah dikasih duit. Pengemis kaya gitu gak pantes dikasih duit, nanti malah tambah ngelunjak.”
Dalam hati Gege, “Aldi orang kaya! Tapi, pelit sama orang yang lebih rendah dari dia.”
“Gege, ayok kita pulang!”
Tersentak  lamunan Gege oleh ucapan Aldi yang menyuruhnya pulang.

Hari minggu pagi memang paling asyik kalau kita berolah raga. Biasanya sih lari pagi.Tapi hari ini Gege ada jadwal latihan Cheerleaders di Senayan. Jadi, gak bisa lari pagi deh.
Mobil Gege sudah siap untuk melaju ke Senayan. Di tengah jalan, mobil Gege tiba-tiba saja mogok. Untung saja

Radit melintas ketempat itu juga.
“Wooyyy, Cewek gila! Kenapa tuh mobil loe?” Radit iseng.
“Apa'an sih loe. Pergi loe sana! Jangan ganggu gue.”
“Kaya'nya loe perlu bantuan. Sini biar gue bantu.” Radit menawarkan bantuan.
Gege hanya diam melihat Radit yang membetulkan mobilnya.

Sepertinya selama ini Gege salah menilai Radit. Radit tidak seburuk yang Ia pikirkan. Ternyata Radit baik. Hanya mungkin saja, mereka berdua memang agak tidak akur.
“Mobil loe sekarang dah bener nih.” Gw pergi dulu ya..” Radit melangkahkan kakinya.
“Tunggu!” Tiba-tiba Gege memanggilnya.
Radit menolehkan kepalanya.
“Makasih.” Kata Gege seraya tersenyum.

Radit terus berjalan meninggalkan Gege dengan mobilnya.
Sekarang Gege hanya bisa berfikir, dia tidak sejahat itu. Mungkin jika dibandingkan dengan Aldi???? Hmmmm... Belum tahu deh  jadinya kaya apa!
Handpone Gege berdering. Ternyata ada message dari Aldi,

“Nanti malam Gue jemput ya?  Gue mau kenalin Loe ke Orang Tua Gue. Ok.”

Begitulah bunyi message dari Aldi. Gege tersentak kaget oleh message dari Aldi.
“Gila! Gue belum jadi ceweknya dia ajah udah mau dikenalin ke Orang Tuanya. Udah kaya mau dilamar ajah Gue. Ahahaha...”

Malamnya, Aldi datang menjemput Gege. Penanmpilan Gege malam ini cantik dan tidak lupa sepatu hak tingginya. Rambutnya di ikat , Gaunnya berwarna biru muda. Cantik sekali. Samapi Aldi melihatnya pun tidak sungkan.
Sampai di Rumah Aldi, Orang Tua Aldi sudah sangat cocok dengan Gege. Siapa sih yang gak mau punya menantu kaya Gege? Cantik, pintar, baik, lembut, dan perempuan banget deh.  Ya... meskipun gak ada manusia di dunia ini yang sempurna, kecuali Allah.
Orang Tua Aldi berencana akan melamar Gege secepatnya. Seketika itu juga Gege menolak secara halus.
“Maaf.. Om, Tante... Bukannya Gege tidak mau, Tapi Gege masih sekolah. Gege belum siap untuk dilamar.” Gege tersenyum ramah.

Orang Tua Aldi memaklumi hal itu. Memang benar sekali, Gege , Masih Sekolah. Akhirnya Orang Tua Aldi tidak jadi melamar Gege.
Setelah kejadian malam itu, sudah dua hari ini Aldi tidak menghubungi Gege. Gege bingung! Apa yang terjadi dengan Aldi.

Di Sekolah, Gege selalu teringat Aldi. Walaupun Aldi belum resmi jadi cowoknya. Diamemikirkan, kenapa Aldi tiba-tiba tidak pernah menghubunginya lagi.
“Woooyyyyy....!” Sentakan itu mengagetkan Gege.
Gege menoleh, “Radit! Ngapain loe?”
“Yee... Nenek, Galak amat. Gue mau ngomong sesuatu sama loe.”
“Ngomong apa'an?”
Radit malu-malu. Mulutnya seakan tidak bisa dibuka. Seakan berat sekali untuk berkata.
“Cepetan Loe mau ngomong apa?”

Keringat dingin mulai keluar dari keningnya. Biasanya sih, kalau sudah begitu biasanya grogi.Radit mencoba untuk menahan kata-katanya. Tapi terlanjur terucap.
“Gue suka sama Loe!”

Mata Gege melotot, “Hah!”
“Dari dulu gue suka sama loe. Tapi Loe nya ajah yang gak pernah tahu itu. Setiap loe ketemu Gue, bawaannya pasti sensi mulu. Gue selalu ngejailin loe, itu cuma buat dapet perhatian dari loe.” Ujar Radit.
Gege tersenyum, “Ohhh jadi selama ini loe suka sama Gue?”
“Kenapa loe bisa suka sama Gue?”

Radit menjawab dengan lantang, “Loe inget  waktu kita MOS?  Waktu itu loe ngasih sapu tangan ke Gue, karena kaki Gue luka. Dari situ Gue udah mulai suka sama loe.”
“Owh dari situ,..” Respon Gege tak ada menarik.
“Terus sekarang gimana?” Tanya Radit.
“Gimana apanya?”
“Loe terima gue atau gak?”                               
Gue belum bisa kasih tahu sekarang.”

Dari sekolah, Gege bersama Rere dan Nesa langsung meluncur ke Rumah Aldi. Untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sampai disana, Gege melihat ada janur kuning melengkung di depan rumah Aldi.
“Siapa nih yang nikah?” tanya Rere.
“Jangan-jangan....?” Pikir Gege Aldi yang menikah.
“Gege, ayok kita tanya sama orang itu ajah.” Nesa menunjuk seseorang yang baru keluar dari acara pernikahan.
Mereka menghampii orang tersebut.
“Permisi Pak...”
Orang tersebut menjawab, “Iya, ada apa ya De?”
“Mau tanya Pak. Siapa yang menikah ya Pak?” tanya Rere.
“Ohh, Yang menikah Aldi.”

Mendengar ucapan orang tersebut, Gege langsung kecewa. Ternyata selama ini Aldi tidak menghubunginya karena ia akan menikah. Mungkin juga karena Gege menolak Lamaran Aldi. Apalagi Orang Tua Aldi menginginkan Aldi segera menikah.

Perjuangan teman-teman Gege mencarikan cinta untuk Gege pun sia-sia. Percuma saja diadakan seleksi pencarian cowok kalau ujung-ujungnya hanya seperti ini. Setelah lima belas cowok yang diseleksi, Mungkin Aldi sudah memilih calonnya sendiri.
Penolakan lamaran Orang Tua Aldi kepada Gege, membuat Orang Tua Aldi kecewa. Lalu Orang Tua Aldi menjodohkan Aldi dengan anak salah satu pejabat juga yang setara tingkatannya dengan Aldi.
“Udah Ge, jangan bersedih. Masih banyak kok cowok di luar  sana yang menanti loe.” hibur Rere.
“Ngapain gue harus sedih! Gak ada sedih di wajah Gue.” Elak Gege.

Dari situ Gege tahu, bahwa cinta dan jodoh tidak harus dicari. Tapi jika waktunya tiba, pasti jodohnya akan datang sendiri. Tanpa harus dicari.
Hubungannya sekarang dengan Radit sudah sangat membaik. Mereka berdua sekarang akur! Tidak seperti dulu, mereka bagaikan kucing dan anjing.
“Gege, Gimana nih jawabannya? Gue udah nunggu satu minggu lamanya buat tahu jawaban loe.” Tanya Radit di Sekolah.

Gege menjawab dengan ramah, “Kita jalanin aja seperti air mengalir... gak perlu dibawa serius.”
“Baik, kalau memang itu mau loe, Gue turutin.” Radit tersenyum lega mendengarnya.
Rere dan Nesa ikut senang dengan hubungan Radit dan Gege yang sekarang sangat berbalik tidak sepeti dulu.

Dari sini Gege dapat mengambil hikmah, bahwa jodoh tidak perlu dicari. Ada banyak orang bilang “Kalau Jodoh Tidak Kemana!”.

 


Lihat Juga cerita cerita dewasa Rekomendasi dari Kami :

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Mencintaimu

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Always in Love

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kepentok Cinta Kakak Kelas

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Angel yang Cantik Sekali

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Jamilah Anak Betawi

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Hari Pertama Gw Jalan Sama Dia

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Sepinya Kelas Qu

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kehidupan Seorang Play Girls

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kenangan Terindah

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Stasiun Kereta Api

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Gara-gara Facebook

DbClix




Cerita Cerita Lainnya :

Powered By relatedArticle

CeritaCeritaKu.Com TrafficRevenue Get paid To Promote at any Location

GTranslate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Sponsor Kami #1

Custom Tags Cloud