Cerita Terbaru
- CERITA CINTA : KEKASIH TAK SAMPAI
- CERITA DEWASA : PAARTWENE
- CERITA CINTA : PURNAMA DI PELUPUK MATA
- CERITA DEWASA : CINTA BISU
- CERITA DEWASA : Cinta Sejati
- CERITA DEWASA : Tinggal Kenangan
- CERITA DEWASA : Terpisahnya Persabatan
- CERITA DEWASA : Penghianat Cinta
- CERITA DEWASA : Kenapa Kau Ambil Ke Dua Orang Tua Ku
- CERITA DEWASA : TAKDIR (True Story)
- CERITA DEWASA : JANJI MANIS
- CERITA CINTA : AKU INGIN DIA KEMBALI
- CERITA CINTA : DOA CINDY KEPADA MANTAN PACAR PLAYBOY (KISAH NYATA)
- CERITA DEWASA : TERPISAHNYA PERSAHABATAN
- CERITA DEWASA : DOLLY
- CERITA CINTA : PENGHIANAT CINTA
- CERITA DEWASA : Mata Cinta Kasih dari Surga
- CERITA CINTA : Karena Cinta Sejati, Vino Tidak Jadi Pergi
- CERITA CINTA : HUJAN DI BULAN JANUARI
- CERITA DEWASA : MALAM MINGGU KELABU
- CERITA DEWASA : DUA CINTA
- CERITA DEWASA : GELISAH SI CANTIK NESSA YANG PUTIH MULUS DAN SEXY
- CERITA DEWASA : MENCINTAIMU...
- CERITA DEWASA : MISTERI CINTA SESAAT
- CERITA DEWASA : ALWAYS IN LOVE
- CERITA DEWASA : BAU BADAN... OH NO !!!
- CERITA DEWASA : TERSENYUMLAH UNTUKKU
- CERITA DEWASA : KEPENTOK CINTA KAKAK KELAS
- CERITA DEWASA : GARA-GARA FACEBOOK (KISAH NYATA)
- CERITA DEWASA : CARIIN GUE COWOK !!!

Sponsor Kami #2
Iklan Link
Peluang Usaha, Dicari Agent
Umrah Travel dan Haji Plus Travel Agent
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
CERITA DEWASA : ANGEL YANG CANTIK SEKALI
Last Updated on Friday, 17 September 2010 09:11 Written by Administrator Wednesday, 18 August 2010 08:39
Indah sekali pagi ini, matahari yang bersinar dengan terang dan ditemani kicauan burung-burung yang riang bernyanyi. Dedaunan basah oleh embun pagi ini. Sekolah SMA II, sudah terdengar gemuruh langkah derap kaki para pelajarnya. Biasa anak SMA! Pagi-pagi baru datang langsung ke toilet untuk merapihkan pakaian atau sekedar memakai polesan bedak agar terlihat tidak kusam.
”Weiiitsss... Angel! Tumben datengnya pagi banget? Bisanya loe sering telat!” Celoteh seorang gadis yang baru masuk toilet. Melihat Rahma yang sedang memoles wajahnya dengan bedak.
”Enak ajah kalau bicara! Manusiakan pasti ada perubahan.” Angel terlihat marah mendengar ucapan gadis tadi.
”Maaf dehhhh... gw kan Cuma bercanda. Gw duluan yaaa... gadis itu langsung pergi meninggalkan Angel sendiri.
”Pergi dehh loe sono! Jangan balik-balik lagi.” Celetuk Angel.
Di sekolah, Angel terkenal dengan cewek yang galak kepada cowok. Memang paras Angel sangat cantik bagaikan seorang model. Postur tubuhnya pun tinggi, dan berkulit putih. Rambutnya juga hitam, Angel setiap minggu harus pergi ke salon untuk mengurus rambutnya yang panjang.
Setiap harinya, ada saja cowok yang selalu mengejar-ngejar Angel. Bukan karena mengejar-ngejar hutang yang belum dibayar, tapi karena banyak cowok yang ingin menjadi pacar Angel. Gak heran sih kalau banyak cowok yang tergila-gila sama Angel. Angel juga berpakaian modis. Jika ke Sekolah Angel selalu mengenakan gelang atau kalung yang saat ini sedang menjadi tren anak remaja. Para cewek di Sekolah kadang-kadang iri kepada Angel. Pokoknya di Sekolah II, Angel bagaikan putri Sekolah.
Dengan parasnya yang cantik, Angel bisa menaklukkan cowok di Sekolahnya dengan mudah. Tidak ada satu pun cowok di Sekolahnya yang mampu mendapatkan hati Angel.
”Teng... teng... teng...!” lonceng Sekolah sudah terdengar, tanda pelajaran segera dimulai.
Hari ini tiba-tiba hujan. Suasana di kelas begitu ramai karena tidak ada guru yang masuk kelas untuk mengejar.
”Wiiihh, Angel beli kalung dimana? Keren dehhh!” Ucap Saski memulai pembicaraan.
”Gw gak beli!” jawab angel singkat.
”Terus kalau gak beli darimana loe dapet kalung sekeren itu?”
”Omah gw yang beli’in dari Malaysia.”
”Omah loe! Ihhh... baik banget.”
”Angel beruntung ya... punya Omah yang baik banget.”
Angel hanya tersenyum mendengar ucapan Saski. Saski memang sedikit bawel, tapi dia sangat asyik orangnya. Angel berteman dengan Saski sejak dari kelas dua SMA hingga sekarang mereka kelas tiga SMA. Saski sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh Angel.
”Wah, masih hujan!” Angel melihat dari jendela kelas.
Anak-anak berlarian menuju ke tempat duduk masing-masing. Ternyata Pak Jendar masuk ke kelas. Pantas saja para siswa dan siswi berlarian.
”Selamat pagi menjelang siang anak-anak!” Pak Jendar masuk bersama seorang cowok. Cowok yang dibawa Pak Jendar wajahnya tampan, pakaiannya pun tak terlihat JADUL (Jaman Dulu). Sepertinya cowok itu dari keluarga yang berada.
”Selamat pagi Pak!” Ujar anak-anak serempak.
”Bapak membawa seorang teman lagi untuk kalian, pindahan dari Bandung. Silahkan perkenalkan diri kamu!” Pak Jendar mempersilahkan.
Cowok tadi langsung memperkenalkan diri, ”Nama gw Nofrian, gw pindahan dari SMA IV Bandung. Gw pindah ke Jakarta karena orang tua gw yang berprofesi sebagai dokter, dipindah tugaskan ke Jakarta.”
”Bagus, bagus... apa ada yang mau bertanya?” Pak Jendar melihat anak-anak.
Saski mengangkat tangan Angel. Seolah Angel yang ingin bertanya.
”Iya... Angel. Kamu mau menanyakan apa?” Ucap Pak Jendar.
Angel melirik Saski, ”Saski! Gila loe... gw musti nanya apa?”
”Angel! Kamu mau nanya apa?” Desak Pak Jendar.
”Hah! Iya Pak.” Angel berdiri dan langsung terdiam. Angel diam memikirkan pertanyaan apa yang akan dia tanyakan.
”Angel!” Sentakan Pak Jendar mengagetkan lamunan Angel.
Seketika itu juga Angel langsung kaget, terucap dari bibir mungilnya, ”Hobi loe apa?”
Serempak anak-anak di kelas langsung bersua, ”Cieeeee.... Ehem, Ehem...”
Nofrian langsung menjawab, ”Hobi gw bermain musik. Dari hobi gw juga, gw punya band. Yaaa, walaupun baru Cuma manggung-manggung di Cafe.”
Mendengar jawaban itu Angel langsung duduk kembali.
”Ada lagi yang mau bertanya?” Pak Jendar melihat satu persatu para siswa-siswi. ”Sepertinya tidak ada yang bertanya lagi, kalau begitu... Nofrian silahkan kamu duduk!”
Siswi yang lain langsung berteriak, ”Nofrian... duduk sama gw ajah.”
Nofrian tak menghiraukan teriakan tersebut. Dia langsung memilih tempat duduk yang berada tepat dibelakang Angel. Ketika Nofrian melewati tempat duduk Angel, Ia tersenyum kepada Angel. Angel hanya terdiam melihat Nofrian memberikan senyum kepadanya.
Jam pulang sekolah tiba. Para siswa-siswi yang lain setelah mendengar lonceng sekolah berbunyi langsung berhamburan ke luar kelas.
Angel masih merapihkan bukunya.
”Angel, gw duluan yaa... ” Saski langsung melambaikan tangannya.
”Ok...” Angel membalas lambaian tangan Saski.
Dibelakang Angel, ternyata Nofrian dan Adam teman sebangkunya belum pulang juga, mereka juga masih membereskan buku.
Angel memakai tasnya seraya akan berdiri meninggalkan kelas. Baru dua langkah Angel berjalan, Nofrian memanggilnya.
”Sorry.... nama loe siapa?” Nofrian mengulurkan tangannya.
”Angel!!!” Angel membalas uluran tangan Nofrian dan langsung pergi. Tanpa berkata apapun.
Nofrian hanya bisa terdiam melihat tingkah Angel yang menurutnya agak cuek.
”Dia Angel, cewek tercantik di Sekolah ini.” Adam langsung berucap memberitahu.
“Owhhhh... dia sombong!”
“Dia bukannya sombong, tapi itu memang gaya dia kepada cowok. Semua cowok disini tahu.
Angel memang agak galak sama semua cowok.”
“Kenapa gak cari cewek lain ajah? Kan cewek di Sekolah ini banyak.”
”Memang cewek disini banyak, tapi gak ada yang kaya Angel.”
”Hah! Memangnya kenapa?” Nofrian penasaran.
”Cowok mana sih yang gak mau punya cewek kaya Angel! Dia baik kok sama cowok yang deket sama dia.Cantik, putih, tinggi, apa lagi senyumnya. Wiiihhh bikin jantung gw berdebar-debar.” Adam memegang dadanya.
”Huuuhhh... dasar loe bisa ajah. Udah yuk! Kita pulang.”
Sampai di gerbang Sekolah, Adam dan Nofrian melihat Angel yang belum pulang.
”Angel kok belum pulang?” Tanya Adam.
”Iya nihhh... jemputannya belum datang.” Sambil melihat jam tangannya.
Tak lama kemudian jemputan Angel datang. Mobil sedan berwarna hitam berhenti tepat di depan Angel.
”Gw duluan ya, Adam!” Ucap Angel sambil masuk ke mobil.
”Ayo Adam! Loe mau pulang sendiri atau bareng gw? Gw mau ambil motor gw dulu.”
“Gw bareng sama loe ajah deh! Hehehe...”
“Mobil gw lagi di bengkel. Besok baru gw ambil.”
”Owhhh, yaudah. Gak apa-apa Bro...”
”Turun bero maksud loe!”
Mereka berdua tertawa senang, Nofrian mendapat teman sebaik Adam di Sekolah barunya.
Pagi-pagi sekali Angel sudah menuju rumah Saski, untuk mengajak Saski lari pagi. Hari minggu biasanya Angel lari pagi bersama Saski di sekitar Monas.
Angel menunggu di depan rumah Saski. Setelah Saski keluar dari rumah, Angel langsung tancap gas menuju Monas.
”Gila loe ya, lama banget.” Saski agak marah kearena dia menunggu terlama di depan rumah Saski.
”Sorry deh... tadi gw baru bangun, terus langsung mandi dulu. Hehehe .... sekali lagi sorry ya..”
”Iya, Iya...”
Angel memarkir mobilnya di tempat parkir yang letaknya sangat strategis. Mereka berdua langsung lari pagi di pinggiran Monas.
”Angel!” panggil Saski.
”Iya... kenapa?” Ujar Saski sambil berlari-lari kecil.
”Loe gak tertarik sama Nofrian?”
Serentak Angel dan Saski langsung berhenti dari lari kecilnya.
”Loe ngomong apaan sih, Ki! Gw gak kenal sama dia, lagi pula gw juga kenal dia sebatas di Sekolah ajah.”
”Gak apa-apa sih Angel, gw Cuma heran ajah sama loe.”
”Heran kenapa loe?”
”Loe tuh cantik, wajah kinclong, body model, tapi loe gak punya cowok... Gw mau loe punya cowok.”
“Kenapa loe ngomong begitu?” Angel ingin tahu.
“Gw sebagai temen loe, gw mau loe bahagia sama cowok yang loe sayang.”
“ Gw lagi kepikiran buat pacaran dulu.”
”Kenapa?”
”Gw belum nemuin cowok yang pas sama hati gw. Gw gak mau Cuma gara-gara cowok, gw sakit hati!”
”Owhh... Sorry ya... gw gak tahu.” Saski merasa bersalah.
”Gak apa-apa kok. Lah! Loe sendiri kenapa belum punya cowok?”
“Hehehe.... alasan gw sama kaya loe.” Saski tersenyum meringis.
”Huhhh... alasannya gak boleh ngikutin gw donk. Inisiatif cari alasan yang lain.”
Saski tersenyum, dan melanjutkan lari paginya bersama Angel. Para cowok yang juga sedang lari pagi, melihat Angel dengan wajah yang kagum. Mereka semua berucap, ”Cantiknya.”
Tak satu pun pria yang dilirik Angel disana.
Mata Saski tertuju pada dua orang pria, ”Kayanya gw kenal tuh cowok!”
Angel pun mengikuti gerak gerik Saski yang sedang melihat cowok dengan mata yang melotot.
Saski mendekati kedua cowok yang sepertinya dia kenal, ”Tuh kan bener, ternyata Nofrian sama Adam!”
Ucapan Saski mengagetkan Adam dan Nofrian yang sedang duduk melepas lelah setelah lari pagi.
”Loh! Saski, Angel! Loe disini juga?” Tanya Adam sembari melihat kedua cewek itu.
”Iya... Loe juga sama, kok bisa disini?” Tanya Saski balik.
”Mungkin jodoh! Hahaha....” Canda Adam.
“What???? Jodoh!!” Angel dan Saski kaget mendengar ucapan Adam.
”Dah lupain... gw Cuma bercanda kok. Hehehe... Eh, by the way kita ngobrol di tempat makan disana yuk!” Ajak Adam sambil menunjuk ke sebuah tempat makan seperti café kecil.
Tanpa pikir panjang lagi, mereka langsung menuju tempat tersebut. Di jalan Nofrian dan Angel hanya terdiam mendengar celotehan Adam dan Saski. Mungkin Angel dan Nofrian masih malu-malu untuk bercakap-cakap, tidak seperti Adam dan Saski.
Sampai di Cafe kecil. Mereka duduk dan langsung memesan makanan. Sambil menunggu makanan datang Saski meledek Angel dan begitu pula Adam meledek Nofrian.
“Angel! Kok loe diam aja sih dari tadi? Kenapa?” Ujar Saski.
”Gak apa-apa kok, Ki!”
”Loe malu yaa sama Nofrian...?” Canda Saski.
”Apaan sih loe Saski... ” Wajah Angel tersipu malu.
Adam ingin berusaha mengorek cerita tentang bagaimana senangnya Nofrian bersekolah di sana?
”Nof, sekolah loe di sana gimana? Gw pengen denger cerita loe nih... ”
”Sekolah gw di sana biasa ajah, sama kaya di sini.”
Saski pun tidak ketinggalan, ”cerita tentang cewek loe donk Nofrian?”
”Cewek gw??? Gw gak punya cewek, gimana gw mau cerita?” Ujar Nofrian.
Angel hanya diam saja mendengarkan cerita ketiga temannya itu. Didalam benaknya hanya ada ucapan, ”kenapa sih gw mau ngikut mereka makan bareng?”
Tiba-tiba saja Nofrian bertanya kepada Angel, ”Angel! Loe gak mau cerita tentang loe sama kita?”
”cerita? cerita apaan?” Angel menyahut.
“Apa aja tentang loe.” Ucap Adam.
Ketika Angel ingin bercerita tiba-tiba makanan yang mereka pesan untuk sarapan pagi setelah lari pagi pun datang. Mereka saling melihat hidangan yang di pesan.
Mereka pun melupakan Angel yang tadinya akan bercerita. Angel tak menyesali hal itu, karena sebenarnya Angel tidak menginginkan cerita hidupnya di dengar orang lain.
Mereka makan dengan lahapnya, maklum ajah setelah lari pagi perut pasti keroncongan.
Selesai makan, Adam dan Saski saling bertukar nomor Hanphone, biasalah pasti mereka akan saling Pedekate alias Pendekatan gitu deh...
Angel memanggil Saski yang masih bercanda dengan Adam, ”Saski! Ayok kita pulang!” Ajak Angel.
”Iya bentar... ”
”Saski, udah agak siang nih... nanti gw telat ke salon.”
Saski berlari menuju mobil sambil berkata pada Adam, ”Tanks ya atas nomornya, kita smsan ajah nanti malam.”
Angel menunggu kesal, ”Lama amat sih loe... sampai segitunya sama pujaan hati...”
”Apa! Pujaan Hati!!!! Gak salah denger gw...?”
Angel tersenyum, ”Ohhh gw kirain pujaan hati loe si Adam.”
”Apaan sih Angel.” wajah Saski berubah merah.
Tak terasa hari berganti hari, pagi ini awan menebal hitam, sepertinya akan hujan. Angel mengambil payung dari dalam tasnya, biasanya Angel selalu membawa payung ketika akan hujan. Dibukanya payung tersebut ketika Angel turun dari mobil. Turun dari mobil Angel berpesan kepada supirnya, ”Pak, nanti siang jemput saya jam satu ya, saya ada pelajaran tambahan.”
Supirnya hanya mengangguk mendengarkan apa kata majikannya.
Angel berlari masuk menuju kelasnya sambil membawa payung.
Ketika sampai di depan toilet, Angel masuk terlebih dahulu untuk mengeringkan bajunya yang sedikit basah. ”Aduh, sial banget hari ini pake hujan segala lagi.” Dengan perasaan kesalnya, akibat bajunya yang sedikit basah, Angel keluar toilet. Beberapa langkah dari toilet, Angel menabrak seseorang, karena pada saat6 berjalan Angel tidak melihat kedepan. Angel hanya melihat bajunya yang sedang ia bersihkan dengan tissu.
”Awww...” Angel memegang keningnya sambil melihat siapa yang ada dihadapannya.
Ternyata yang bertabrakan dengan Angel adalah Nofrian. ”Kalau jalan lihat-lihat dong!”
”Maaf-maaf gw gak sengaja.” Angel meminta maaf.
”Ohhh, Loe Angel! Iya gak apa-apa kok. Gw juga salah, jalan gak lihat loe ada didepan gw.”
Mereka hanya tersenyum satu sama lain. Nofrian bersikap ramah kepada Angel.
”Baru datang ya...?” Tanya Nofrian.
”Iya... Gw ke kelas duluan ya...” Angel menyudahi pembicaraannya dengan Nofria.
”Ok.” Jawab balik Angel.
Melihat sifat Angel yang seperti itu, membuat Nofrian jadi penasaran kepada Angel. Sifat Angel memang agak tertutup dengan cowok, apalagi dengan Nofrian cowok yang baru dia kenal.
Hal ini yang membuat para cowok di Sekolahnya sangat senang kepada Angel.
Walaupun Angel galak terhadap cowok, tetapi dia baik dan selalu menyenangkan. Tak heran di Sekolahnya selalu ada saja yang berdecak kagum padanya.
Angel masuk kelas tanpa menghiraukan temannya yang lain.
”Angel! Baru dateng loe? Baju loe agak basah tuh... ” Saski mengomentari baju Angel yang agak basah.
” Iya nih... bangun kesiangan. Semalem gw gak bisa tidur.” Angel duduk dan menaruh tas ranselnya.
”Gak bisa tidur? Kenapa?” Saski penasaran.
”Gak apa-apa kok!”
”Loe bohong ya... Gw tahu loe bohong. Jangan-jangan loe gak bisa tidur gara-gara mikirin cowok ya? Hayo... Ngaku loe..” Saski meledek Angel.
”Apaan sih loe! Gak kok. Cowok? Apalagi gw mikirin cowok. Ya gak bangetlah.” angel tersenyum.
”Iya deh tahu... Lah! Terus gak bisa tidur kenapa?”
Sebelum Saski mendengar jawaban Angel, Angel beranjak dari duduknya.
”Woyyy... Angel... mau kemana loe? Loe belum jawab pertanyaan gw tadi.”
Angel hanya pergi berlalu meninggalkan saski. Bagi Angel pertanyaan Saski sangat tidak penting. Angel menuju perpustakaan sekolah untuk meminjam sebuah buku. Dia berjalan menuju lorong perpustakaan.
Sampai di perpustakaan, Angel hanya melihat beberapa orang yang ada disana.
”Sepi sekali.” Ucap Angel.
Memang perpustakaan dikalangan remaja sekarang hanya sebagai sebuah fasilitas sekolah saja. Jarang sekali yang berminat untuk membaca. Padahal fasilitas tersebut sangat bagus manfaatnya.
Angel menuju lorong rak buku. Dicarinya sebuah buku yang sudah lama dia ingin baca.
”Nah, ini dia buku yang gw cari.” Angel menjulurkan tangannya meraih buku yang ingin dia ambil.
Ketika Angel meraih buku, dari selipan kosong rak buku tersebut, dia melihat Nofrian yang sedang berada di sebelah tempat Angel mengambil buku.
”Waduhhh... Ada dia?” Angel menggerutu sendiri.
Tiba-tiba saja Nofrian memalingkan wajahnya dan melihat Angel. Angel langsung menundukkan badannya agar tidak terlihat oleh Nofrian.
Nofrian heran, ”Kaya'nya ada yang cari buku juga deh.. Tapi kok gak ada. Mungkin cuma perasaan gw kali.” Nofrian beranjak pergi mencari tempat duduk untuk membaca.
Angel langsung menegakkan badannya lagi. ”Huftt... untung ajah gak ketahuan kalo tadi gw ngeliat dia.” Angel pun mencari tempat duduk untuk membaca.
Ada dua buah tempat duduk yang kosong. Angel langsung menuju salah satu tempat duduk yang kosong.
”Baca buku juga?” Terdengar suara cowok di samping Angel yang sedang duduk.
Angel menengadahkan kepalanya, ”Hah! Loe?”Angel kaget melihat Nofrian yang tiba-tiba saja sudah dudk disebelahnya.
”Iya ini gw.” Nofrian tersenyum.
”Ngapain loe kesini?”
”Ya mau baca bukulah, inikan perpustakaan!”
Angel berdiri ingin menghindar dari Nofrian. Ketika Angel berdiri, tangan Nofrian meraih tangan Angel.
”Mau kemana loe?” Nofrian menatap Angel.
Angel terperangah. ”Apaan sih loe? Bisa gak loe lepasin tangan loe?”
”Bisa gak sih loe gak menghindar dari gw? Gw gak akan lepasin tangan loe, sebelum loe ngomong dulu sama gw.” paksa Nofrian.
”Kaya'nya gak penting deh!”
”Tapi ini penting buat gw.”
Angel duduk disamping Nofrian. ”Apa yang mau loe tanya sama gw sekarang?”
”Kenapa loe selalu menghindar dari gw?” Nofrian mulai bertanya.
”Gak apa-apa bisa ajah. Gw gak pernah menghindar dari loe! Mungkin itu cuma perasaan loe ajah.”
”Tapi gw yakin loe menghindar dari gw.”
”Please deh. Gw gak suka loe nanya apa yang gak pegen gw jawab.” wajah Angel marah.
”Sorry... tapi cuma ini yang bisa gw lakuain ke loe. Karena loe selalu menghindar dari gw.”
”Apa maksud loe?”
”Loe gak negrti maksud gw apa?”
Angel menggelengkan kepalanya, menandakan dia tidak tahu apa yang dimaksud Nofrian.
”Gw suka sama loe Angel!” tercetus kata-kata itu dari mulut Nofrian.
Angel terperangah kaget. ”Apa? Loe gak lagi sakitkan?”
”Sakit! Ya gak lah... Sejak pertama masuk Sekolah ini gw udah mulai suka sama loe. Bagi gw loe itu cewek yang gw cari.”
”Gila loe!!! Tapi gw gak suka sama loe.” Angel pergi berlalu.
Angel berlari menuju kelasnya sambil memegang sebuah buku yang dipinjamnya dari perpustakaan.
Kejadian itu berlalu begitu saja. Tanpa ada satu orang pun yang tahu kecuali mereka berdua.
”Angel!” Panggil Saski.
Angel menoleh, ”Ada apa Saski?”
”Curang loe.”
”Curang? Apaan sih?”
”Nofrian bilang suka'kan sama loe? Terus loe jawab apa?”
”Gw kira ada apa. Gw gak jawab apa-apa!”
”Hah! Loe gak jawab.”
”Iya, gw gak jawab. Gw gak ada perasaan sama dia, tapi gw mmau Sekolah dulu. Loe tahukan kita udah kelas tiga sebentar lagi mau lulus.”
Saski hanya terdiam. Mendengar ucapan sahabatnya itu yang dia pikir ada benarnya juga.
Orang yang sedang mereka bahas yaitu Nofrian, ternyata mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
”Oh jadi ini alasan loe Angel!” Gw ngerti kok.” Nofrian berkata dengan wajah mengerti apa yang Angel mau.
”Nofrian?” Serempak Angel dan Saski berucap melihat Nofrian.
”Seenggaknya gw tahu alasan loe kemarin ninggalin gw di Perpuskaan.”
”Maafin gw Nof... Gw gak bermaksud kaya gitu sama loe. Mungkin setelah lulus kita bisa lebih dari temen, dan gw pasti akan buka hati gw buat loe.” Angel tersenyum.
Saski pun tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu. Menurutnya Angel sudah memilih apa yang terbaik untuknya. Saski bangga mempunyai sahabat seperti Angel.
”Ok, gw mau nunggu sampai kita lulus nanti.” Nofrian mengiyakan ucapan Angel.
Saski yang melihat kejadian ini hanya bisa diam melihat tingkah sepasang remaja itu.
Tak lama kemudian Adam datang dengan candaan cerianya yang mengagetkan Saski, ” ”
”Dooorrr...” Adam menepuk bahu Saski.
Seketika itu juga Saski terkaget-kaget,” Copot loe!”
”Apanya yang copot? Hahaha...” Adam puas mengagetkan Saski.
”Gila loe ngagettin gw Adam.”
Mereka pun tertawa karena kelatahan Saski yang tak disengaja.
Lihat Juga cerita cerita dewasa Rekomendasi dari Kami :
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Mencintaimu
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Always in Love
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kepentok Cinta Kakak Kelas
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Angel yang Cantik Sekali
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Jamilah Anak Betawi
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Hari Pertama Gw Jalan Sama Dia
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Sepinya Kelas Qu
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kehidupan Seorang Play Girls
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kenangan Terindah
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Stasiun Kereta Api
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Gara-gara Facebook
| < Prev | Next > |
|---|
CeritaCeritaKu.Com




