Cerita Terbaru
- CERITA CINTA : KEKASIH TAK SAMPAI
- CERITA DEWASA : PAARTWENE
- CERITA CINTA : PURNAMA DI PELUPUK MATA
- CERITA DEWASA : CINTA BISU
- CERITA DEWASA : Cinta Sejati
- CERITA DEWASA : Tinggal Kenangan
- CERITA DEWASA : Terpisahnya Persabatan
- CERITA DEWASA : Penghianat Cinta
- CERITA DEWASA : Kenapa Kau Ambil Ke Dua Orang Tua Ku
- CERITA DEWASA : TAKDIR (True Story)
- CERITA DEWASA : JANJI MANIS
- CERITA CINTA : AKU INGIN DIA KEMBALI
- CERITA CINTA : DOA CINDY KEPADA MANTAN PACAR PLAYBOY (KISAH NYATA)
- CERITA DEWASA : TERPISAHNYA PERSAHABATAN
- CERITA DEWASA : DOLLY
- CERITA CINTA : PENGHIANAT CINTA
- CERITA DEWASA : Mata Cinta Kasih dari Surga
- CERITA CINTA : Karena Cinta Sejati, Vino Tidak Jadi Pergi
- CERITA CINTA : HUJAN DI BULAN JANUARI
- CERITA DEWASA : MALAM MINGGU KELABU
- CERITA DEWASA : DUA CINTA
- CERITA DEWASA : GELISAH SI CANTIK NESSA YANG PUTIH MULUS DAN SEXY
- CERITA DEWASA : MENCINTAIMU...
- CERITA DEWASA : MISTERI CINTA SESAAT
- CERITA DEWASA : ALWAYS IN LOVE
- CERITA DEWASA : BAU BADAN... OH NO !!!
- CERITA DEWASA : TERSENYUMLAH UNTUKKU
- CERITA DEWASA : KEPENTOK CINTA KAKAK KELAS
- CERITA DEWASA : GARA-GARA FACEBOOK (KISAH NYATA)
- CERITA DEWASA : CARIIN GUE COWOK !!!

Sponsor Kami #2
Iklan Link
Peluang Usaha, Dicari Agent
Umrah Travel dan Haji Plus Travel Agent
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
CERITA DEWASA : SUASANA CAFÉ
Last Updated on Tuesday, 30 November 1999 07:00 Written by Administrator Thursday, 28 January 2010 18:45
Seorang tua duduk sampai larut malam dalam cafeoleh karena ia suka tempat bersih dan terang.
Sudah Larut & semua orang meninggalkan café. Selian dari seorang laki-laki tua yang sedang duduk di bayangan dedaunan pohon karena sinar lampu listrik. Pada siang hari jalan disitu berdebu, tapi malam hari kabut menahan debu. Orang tua itu suka duduk sampai larut karena dia tuli & dimalam ini keadaan tentram dan terasa berbeda olehnya. Kedua pelayan cafe tahu bahwa orang tua itu sedikit mabuk. Dia adalah seorang pelanggan yang baik, mereka tahu bahwa jika mabuk betul dia akan pergi sambil bayar karena itu diawasilah orang tua itu oleh mereka.
“Minggu yang lalu dia mencoba untuk bunuh” kata salah seorang pelayan tersebut
“Mengapa..??”
“Dia putus asa…”
“Tentang apa???”
“Tidak apa-apa.”
“Darimana kamu tahu..tidak apa-apa??”
“Dia banyak Uang…”
Mereka duduk bersama disuatu meja yang rapat pada tembok dekat pintu café. Ada pemandangan ke teras dimana meja-meja pada kosong, selain dimana orang tua itu duduk dalam bayangan dedaunan pohon yang pelan-pelan digerakan oleh angin. Seorang gadis & seorang serdadu lewat di jalanan. Lampu jalanan bersinar pada nomor tembaga dilehernya Si gadis tidak pakai tutup kepala & tergesah di sampingnya.
“Pasukan pengawal akan menangkap dia…???” kata pelayan yang satunya
“Apa salahnya kalau kita dapat apa yang memang di cari-carinya”
“Lebih baik dia menyingkir dari jalan sekarang, pasukan pengawal bakal pergokin
dia sedang mabuk jika dia tidak pergi sekarang”
Orang tua itu menarik piring dan gelasnya. Pelayan yang muda datang padanya.
“Tuan mau apa..??”
Orang tua itu memandang apa ada Brandy lagi??”katanya
“Tuan nanti mabuk??” kata pelayan muda itu.
Orang tua itu memandang lagi pada pelayan itu dan dia pun pergi dari situ.
“Dia bakal semalaman disini,” katanya pada temannya sekerja,
Aku ngantuk sekarang, aku tidak pernah pergi tidur sebelum pukul tiga.
“Bagusnya orang tua itu bunuh diri minggu lalu,” katanya pada orang tua tuli itu.
Orang tua itu memberi tanda dengan jarinya, “Sedikit lagi,” katan pelayan tersebut sambila terus menunggu hingga bandy menumpah.
“Terima kasih..” kata orang tua itu
Pelayan membawa botol itu kembali dalam café, Dia duduk di meja tempat temannya.
“Dia mabuk sekarang..???” katanya
“Dia mabuk tengah malam”
“Mengapa dia mau bunuh diri??”
“Mana aku tahu.”
“Bagaimana dilakukannya itu??”
“Di gantungnya diri dengan tali..”
“Siapa yang melepaskannya…???”
“Keponakannya yang perempuan.”
“Mengapa dia begitu….???”
“Takut sama jiwanya sendiri”
“Berapa banyak Uangnya….???”
“Banyak…”
Akhirnya tidak lama kemudian orang tua itu berjalan keluar café menuju rumahnya, dia pulang dengan tangan kosong………
Lihat Juga cerita cerita dewasa Rekomendasi dari Kami :
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Mencintaimu
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Always in Love
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kepentok Cinta Kakak Kelas
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Angel yang Cantik Sekali
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Jamilah Anak Betawi
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Hari Pertama Gw Jalan Sama Dia
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Sepinya Kelas Qu
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kehidupan Seorang Play Girls
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kenangan Terindah
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Stasiun Kereta Api
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Gara-gara Facebook
| < Prev | Next > |
|---|
| Cerita Cerita Lainnya : |
|---|
|
| Powered By relatedArticle |
CeritaCeritaKu.Com




