Cerita Terbaru
- CERITA CINTA : KEKASIH TAK SAMPAI
- CERITA DEWASA : PAARTWENE
- CERITA CINTA : PURNAMA DI PELUPUK MATA
- CERITA DEWASA : CINTA BISU
- CERITA DEWASA : Cinta Sejati
- CERITA DEWASA : Tinggal Kenangan
- CERITA DEWASA : Terpisahnya Persabatan
- CERITA DEWASA : Penghianat Cinta
- CERITA DEWASA : Kenapa Kau Ambil Ke Dua Orang Tua Ku
- CERITA DEWASA : TAKDIR (True Story)
- CERITA DEWASA : JANJI MANIS
- CERITA CINTA : AKU INGIN DIA KEMBALI
- CERITA CINTA : DOA CINDY KEPADA MANTAN PACAR PLAYBOY (KISAH NYATA)
- CERITA DEWASA : TERPISAHNYA PERSAHABATAN
- CERITA DEWASA : DOLLY
- CERITA CINTA : PENGHIANAT CINTA
- CERITA DEWASA : Mata Cinta Kasih dari Surga
- CERITA CINTA : Karena Cinta Sejati, Vino Tidak Jadi Pergi
- CERITA CINTA : HUJAN DI BULAN JANUARI
- CERITA DEWASA : MALAM MINGGU KELABU
- CERITA DEWASA : DUA CINTA
- CERITA DEWASA : GELISAH SI CANTIK NESSA YANG PUTIH MULUS DAN SEXY
- CERITA DEWASA : MENCINTAIMU...
- CERITA DEWASA : MISTERI CINTA SESAAT
- CERITA DEWASA : ALWAYS IN LOVE
- CERITA DEWASA : BAU BADAN... OH NO !!!
- CERITA DEWASA : TERSENYUMLAH UNTUKKU
- CERITA DEWASA : KEPENTOK CINTA KAKAK KELAS
- CERITA DEWASA : GARA-GARA FACEBOOK (KISAH NYATA)
- CERITA DEWASA : CARIIN GUE COWOK !!!

Sponsor Kami #2
Iklan Link
Peluang Usaha, Dicari Agent
Umrah Travel dan Haji Plus Travel Agent
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
--------------------------
CERITA CINTA : PURNAMA DI PELUPUK MATA
Last Updated on Tuesday, 30 November 1999 07:00 Written by Administrator Friday, 01 July 2011 11:00
Royal merasa dirinya seperti si itik buruk rupa. Dia berbeda dengan saudara kandungnya. Dia mengira bahwa dia adalah anak angkat, yang dipunggut dibak sampah lalu diasuh karena kakaknya menginginkan seorang adik laki-laki. Dia anak terakhir dari empat bersaudara. Ketiga kakak perempuannya bagai bulan yang sinarnya menyejukkan mata yang memandangnya. Mereka mewarisi kecantikan dari Ibunya yang berkulit putih mulus, tinggi semampai dan bermata bulat sedangkan Royal seperti pinang dibelah dua dengan Ayahnya. Ayahnya berkulit sawo matang, pendek dan jenis kulitnya berminyak sehingga cenderung berjerawat.
Royal merasa dunianya seperti dineraka. Setiap hari Royal selalu diejek oleh saudara perempuannya begitu juga teman-teman wanitanya baik dikerjaan maupun di kampus. Sebuah kata “Jelek” selalu menemaninya sepanjang hari. Royal mencoba untuk tersenyum saat mereka menghinanya. Namun jauh dilubuk hatinya, Royal merasa ini adalah pembunuhan berdarah dingin. Hatinya teramat perih seperti tercabik-cabik oleh pisau belati setajam kata-kata wanita yang mulutnya tidak terpelajar. Mereka hanya memandang sebelah mata pada seorang pria yang fisiknya rendah.
Bisakah fisik tidak menjadi faktor utama dalam menjalin cinta? Adakah cinta yang menawarkan ketulusan hati? Mungkinkah nasib orang-orang yang fisiknya tidak menarik akan menghabiskan hari tuanya seorang diri? Atau mungkin sebaliknya ada seorang wanita yang tulus menerimanya sepenuh hati? Royal mengibaskan lamunannya membiarkan pertanyaannya berlalu bersama angin yang berhembus.
Tetapi Ayahku bisa mendapatkan wanita cantik yang sekarang menjadi ibuku? Apa resepnya ya? Hatinya berbisik.
Saat hatinya sedih, sebuah pemandangan yang menggetarkan sanubarinya menjalar keseluruh pundi-pundi sarafnya. Menggetarkan jantung yang berdetak tidak menentu. Sebuah senyuman mampu membuat hati Royal kalang kabut. Royal seakan tidak mampu melepaskan pandangannya dari seorang wanita yang duduk disudut tembok bersama teman-teman wanita yang juga teman dari Royal.
Royal mengamati setiap gerak gerik wanita yang sudah menusukkan panah asmara tepat dijantungnya. Senyum lirih menggembang dibibir Royal saat melihat wanita itu berbicara. Tingkahnya yang kalem seperti putri solo, rambutnya yang tergelai panjang sepinggang, bibirnya yang melengkung mengucapkan kata demi kata dihiasi dengan senyum yang manis membuat Royal ingin menghampirinya.
Namun keinginannya tidak dilakukan Royal mengingat masih dalam kondisi belajar. Royal hanya bisa berdoa semoga bel istirahat segera berdering. Sekilas Royal memalingkan pandangannya kesahabatnya yang duduk disampingnya. Dengan diam-diam Royal menatap wanita itu dari kejauhan.
Royal tersentak oleh tepukan yang mendarat dipundaknya,”Plak!
“Roy sholat yuk,”ajak Yuda teman yang duduk disamping Royal.
“Kamu aja, aku udah sholat dikerjaan,”jawab Royal dengan santai.
Yudapun meninggalkan Royal. Satu demi Satu teman-teman Royal meninggalkan kelas menuju mushola yang berada dilantai dua. Setelah suasana sepi, Royal perlahan menghampiri gadis itu yang sedang menulis ditempat duduknya.
“Hai, boleh kenalan gak?”tanya Royal.
“Boleh.”
“Aku Roy, anak jurusan Informatika Komputer. Kalau kamu?”
“Titas.”
“Nama yang indah,”bisiknya. “Jurusan apa?”
“Hmm…”
Royal mengulangi pertanyaannya,”Titas ambil jurusan apa?
“Oo…KA, kak.”
“Ooh, pantes aku enggak pernah liat kamu,”ujar Royal.
Titas hanya tersenyum. Royal mati gaya didepan wanita yang mulai menguasai seisi hatinya. Royal merasa salah tingkah saat Titas balik memandangnya. Ingin rasanya mengeluarkan semua pertanyaan yang memenuhi seluruh kepalanya, Namun bibirnya tak mampu mengeluarkan sepatah katapun terucap dari bibirnya. Royal hanya diam dan mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Kesunyian menguasai suasana mereka berdua. Mereka berdua hanya terdiam. Titas yang menyibukkan dirinya dengan mencatat bahan pelajaran sedangkan Royal hanya bisa menatapnya diam-diam. Sekilas Titas tersenyum kearah Royal. Royal hanya bisa membalasnya dengan tersenyum. Padahal hatinya berkecambuk berbagai pertanyaan. Kalau aku bilang sekarang bahwa aku suka dia? Apa Titas mau menerima cintaku? Atau…? Pikiran Royal buntu sebuntu angannya.
Dengan tersipu malu, Royal memberanikan diri untuk meminta nomor hp Titas. Namun anak-anak sudah berdatangan memasuki kelas. Royal salah tingkah saat salah satu temannya memergoki Roy bersama Titas.
“Ayo lagi ngapain?”tanya Gadis teman Titas
“Lagi ngobrol, mang gak boleh?”tanya Royal polos.
“Enggak boleh jelek, sana balik keasal you,”usir Gadis teman satu jurusan Titas.
Melihat Titas menahan senyumnya membuat Royal sakit hati. Namun seperti biasa Royal hanya bisa membalasnya dengan tersenyum dan mengerahkan seluruh tenaganya untuk meminta nomor hp Titas. Walaupun penghinaan yang akan diterima Royal lebih dari kata “Jelek”.
“Bilang aja kamu jealous’kan my ladies,”menggoda Gadis.
Gadis yang mendengarnya langsung mengeryitkan dahinya,”Jealous ma you, kelaut aja deah loe,”balasnya dengan lantang sambil memalingkan muka kearah Titas.
Royal tidak mau mendengar penghinaan yang lebih dalam lagi menusuk hatinya. Sebelum beranjak pergi, Royal memberanikan diri untuk meminta nomor hp Titas dengan menggunakan imajenasinya bahwa ruangan itu hanya ada dirinya dan Titas. Sehingga Royal bisa membuang rasa malunya.
Sekilas Royal melayangkan senyuman manis kearah Gadis lalu memalingkan wajahnya kearah Titas,”Tit, aku boleh minta nomor hp kamu gak?”ujar Royal sambil menyembunyikan perasaan tegangnya dihadapan wanita yang disukainya dengan menggaruk-garuk kepalanya beberapa kali.
Titas menganggukkan kepalanya sambil memberikan sebuah kertas yang sudah tertera nomor ponselnya. Royal tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Kepercayaan dirinyapun timbul mengiringi kepergiaannya ketempat duduk.
****
Malam turun perlahan dengan cahaya Bulan yang bersinar benderang menyinari dunia ini. Langit terlihat indah bersama kelap-kelip bintang, awan yang berjalan menghampiri bulan lalu menghilang tersapu angin malam. Suasana malam ini seperti perasaan Royal yang diselimuti cinta yang menggebu.
Seperti ada yang menari-nari diatas kepalanya. Sekelompok bintang-bintang kecil yang turun dari langit menyambut kebahagian Royal. Bibirnya tidak bisa berhenti tersenyum. Pikirannya hanya tertuju pada Titas. Suasana kamar yang bernuansa cat hijau menyejukkan hati Royal yang sedang kasmaran.
Lagu-lagu syair cinta melantun dengan indah yang berasal dari radio disamping meja belajar Royal. Lampu kamar Royal dibiarkan gelap hanya lampu belajarnya yang dibiarkannya menyala. Royal terpaku membisu. Menatap ponsel yang tergeletak diatas mejanya. Diambilnya ponsel dari mejanya. Tangannya ragu-ragu untuk menekan nomor ponsel Titas.
Satu jam terlewatkan. Royal memutar kursinya lalu melihat jam dinding yang menunjukkan pukul.23.00 wib. Royal panik. Dia beranjak dari tempat duduknya dan mondar-mandir disekeliling kamarnya sambil mulutnya komat-kamit seperti orang yang membaca mantra. Royal merasakan tenggorokkannya kering, Royalpun keluar untuk mengambil air minum didapur. Setelah minum, Royal langsung melesat kekamarnya.
Royal duduk di pinggir tempat tidurnya sambil memeluk bantal didadanya. Awalnya Royal hanya menatap ponsel yang tergeletak tak bernyawa diatas tempat tidurnya lalu dengan menyampingkan sedikit posisi duduknya, Royal mengambil ponselnya. Rencana semula ingin menelepon Titas Namun dibatalkan karena Royal menyadari bahwa mulutnya akan kaku, otaknya akan beku, maka Royal memutuskan untuk mengirim sms.
Royal mulai menulis kata pertama,”Malam Tit, dah tidur pa blm?”
Pesan dikirim. Tak lama ponsel Royal bergetar. Royal langsung membacanya,”Belum, ini siapa ya?”
“Aku Royal, anak IK yang tadi sore kenalan ma kamu,”pesan dikirim.
Tak lama ponsel Royal bergetar. Balasan sms diterima,”Ooh,kak Roy. Ada apa ya?”
Membaca pesan itu Royal bingung. Royal bangkit untuk mengambil napas lalu menghembuskannya sebelum membalas sms dari Titas. Setelah pikirannya tenang dan bisa berkonsentrasi dalam menyusun kata-kata yang akan ditulisnya, Royal segera menulis pesan,”Maaf sebelumnya tapi kalau kamu enggak keberatan aku mau tanya, apa kamu udah punya pacar?”pesan dikirim.
Pesan terakhir dikirim namun detik demi detik berlalu, Royal harap-harap cemas. Tangannya mengepal dengan erat hingga buku-buku kukunya memutih karena tekanan yang kencang. Dilihatnya layar ponselnya, namun layarnya tidak menyala. Royal semakin cemas. Kepalanya seakan berputar. Ada kegelisahan, kegundahan menguasai renung hatinya. Royal merasa matanya berat. Sekejap Royal terlelap. Tangannya masih menggengam ponselnya.
Sekitar setengah jam Royal menunggu balasan dari Titas hingga terlelap. Ponsel Royal bergetar, Royal tersentak. Matanya masih berat, namun berusaha untuk membuka mata. Dibukanya pesan terakhir yang membuat tubuh Royal menggigil, jantungnya berdebar, terasa sakit yang amat didasar hatinya, mata yang semula masih tertutup selaput terhapus oleh butiran halus yang seakan ingin keluar dari matanya. Namun tertahan oleh sesuatu sehingga air matanya hanya menggenangi pelupuk matanya. Hatinya terbanjiri oleh air mata yang tidak bisa tumpah kepermukaan. Balasan sms yang berbunyi,”Udah punya,kak.” Seakan mematahkan separuh hidup Royal. Dilema cinta menggelayuti jiwa Royal. Tangannya tidak mampu untuk membalas sms dari Titas. Kata-kata “Sudah” memenuhi seisi kepala Royal. Tubuhnya lemas seketika. Royal mencoba untuk bangkit. Perlahan menuju jendela kamarnya. Royal berharap dapat menghirup udara diluar karena Royal merasa sesak didadanya. Sambil menatap keatas langit, hatinya menjerit,”Ya Tuhan! apa salahku sehingga engkau tidak pernah memberikan wanita yang aku cintai menjadi milikku?”
Buku kukunya memutih mencengkram pinggiran jendela kamarnya. Sesosok pria setengah baya menghampiri kesendirian Royal. Pria yang mengenakan piamay berwarna biru dangker mengusap bahu Royal dari belakang.
Royal tersentak,”Ayah!”ucapnya.
“Kok belum tidur?”
“Ayah sendiri kenapa belum tidur?”balik bertanya.
“Lagi cari udara segar,”jawab Ayahnya.
“Sama.”Royal menjawab dengan ringan.
Ayahnya sepertinya menyadari bahwa putra bungsunya sedang jatuh cinta tetapi ada gurat kesedihan terpancar jelas diraut wajah Royal. Walaupun Royal ingin menyembunyikannya dari seluruh dunia tetap saja terlihat. Seperti peribahasa yang mengatakan “sepandai-pandainya orang menyimpan bangkai pasti akan tercium juga”
Royal dibuatnya tercenang oleh kata-kata Ayahnya,”Putra Ayah sedang jatuh cinta nih. Siapakah gadis yang beruntung itu nak?”
“Boro-boro ada gadis yang suka ma Roy, yang ada mereka cuma bilang aku jelek tau monster yang mengerikan,”kata-katanya seakan meluapkan semua emosi yang terpendam didalam hati Royal.
Saat Ayahnya mendengar hal itu, Ayah Royal menanggapinya dengan sebuah senyuman manis yang mengangkat sedikit kumis tipisnya. Sambil menepuk-nepuk pundak putranya Ayah Royal berkata,”Mana mungkin ada seorang gadis yang menghina kamu, itu hanya perasaan kamu aja kali.”Ayah menyingkapi dengan santai
“Ayah ini beragak tahu apa enggak tahu sih!”geramnya. “ Liat aja mba Sinta, mba Anti, sama mba Sisil yang bilang kalau aku jelek,”pundaknya lunglai.
“Jangan salah sangka dulu, kakakmu memanggilmu seperti itu karena mereka sayang sama kamu bukannya menghina.”
Namun Royal masih belum bisa mendamaikan emosinya,”Iya aku bisa terima tapi kalau teman-teman perempuanku yang bilang begitu apa masih dibilang sayang?”
“Kalau kita hidup cuma memikirkan hal-hal yang enggak penting seperti itu atau selalu berpikiran negatif terhadap apapun, kita tidak akan bisa maju. Tetap berada dalam pusaran yang sama.”
Salah satu alis Royal yang sebelah kanan terangkat,”Maksud Ayah?”
“Anggaplah penghinaan itu sesuatu yang indah buat kita. Hidup akan lebih indah bila kita menerapkan sisi positif dari kejadian yang sedang melimpa kita.”
“Ngomong gampang tapi pelaksanaannya nihil.”
“Kata siapa buktinya Ayah sendiri yang sudah merasakan manfaatnya.”
“Apaan?”tanya Royal dengan antusias.
“Ibumu,”jawab Ayah Royal.
“Apa hubungannya dengan ibu?”tanya Royal heran.
“Kamu tahukan kalau Ayah tidak tampan tapi bisa mendapatkan istri yang cantik seperti ibumu..”kata Ayahnya tersanggah oleh Royal.
“Itu mah mata Ibu aja yang lagi seliwer karena enggak pake kacamata,”ejek Royal.
Mendengar itu Ayah Royal tertawa lalu melanjutkan kata-kata yang terpotong oleh Royal,”Mungkin bisa jadi tapi satu hal yang membuat Ibumu bertekuk lutut dipelukan Ayah adalah sesuatu yang tidak dimiliki oleh lelaki tampan yaitu kualitas untuk memberikan kehidupan yang layak dikemudian hari.”
“Orang tampan juga bisa?”timpalnya kemudian.
“Et, jangan salah, wanita yang pandai seperti ibumu pasti memilih Ayah karena Ayah adalah laki-laki yang setia,”membanggakan diri sendiri.
Royal hanya tersenyum menanggapinya. Lalu Ayah Royal memberikan sesuatu yang bisa menyejukkan hati Royal yang terbakar api cinta.
“Satu hal yang harus kamu tahu bahwa wanita hebat akan menggejar atau menghampiri laki-laki yang hebat juga. Fisik seseorang tidak bisa menjamin keabadian cinta. Kamu harus bisa menjadi laki-laki yang hebat dan biarlah wanita-wanita hebat berebut mendapatkan dirimu. Kamu tinggal bersiap menghadapinya.”
“Gimana caranya?”
“Gali potensi yang ada didalam dirimu lalu lakukan raksasa besar untuk melaksanakannya. Seperti sekarang kamu sedang patah hati,”ujar Ayah Royal.
“Kok, Ayah bisa tahu?”Royal tersipu malu.
“Karena Ayah pernah merasakannya beberapa kali ditolak perempuan tetapi Ayah tidak pernah berdiam diri atau meratapi nasib. Ayah akan menjadikannya sebagai motivasi dalam meraih kesuksesan baik dalam cinta maupun karier. Ayah yakin kamu bisa, orang kamu anakku, kok!”
Setelah memberikan sebuah nasihat untuk Royal, Ayah Royal beranjak pergi meninggalkan Royal. Semua perkataan Ayahnya dicerna didalam kepalanya. Iapun membiarkan Titas hanya menjadi purnama dipelupuk matanya yang tidak mungkin bisa Ia miliki. Namun bisa dipandangnya dari kejauhan. Walaupun Titas hanya menawarkan sebuah persahabatan kepada Royal,. Baginya melihat senyumnya setiap saat yang membuat hati Royal tenang setenang nirwana dihutan belantara.
Lihat Juga cerita cerita dewasa Rekomendasi dari Kami :
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Mencintaimu
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Always in Love
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kepentok Cinta Kakak Kelas
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Angel yang Cantik Sekali
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Jamilah Anak Betawi
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Hari Pertama Gw Jalan Sama Dia
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Sepinya Kelas Qu
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kehidupan Seorang Play Girls
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kenangan Terindah
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Stasiun Kereta Api
>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Gara-gara Facebook
| < Prev | Next > |
|---|
CeritaCeritaKu.Com




