Sunday May 20

Sponsor Kami #2

Iklan Link

 

Peluang Usaha, Dicari Agent
Umrah Travel dan Haji Plus Travel Agent

--------------------------

Buy Online

--------------------------

Kredit Mobil Jakarta

--------------------------

Jual Flash Disk

--------------------------

Baju Baju Baju

--------------------------

Busana Muslimah

--------------------------

Kredit Laptop

--------------------------

Lowongan Kerja

--------------------------

Buy Vacuum Cleaner

 --------------------------

Jual Laptop Murah

 --------------------------

Jual Tas Laptop

--------------------------

 Lelang Online

--------------------------

Hotels & Resorts Finder

 

Vemma Bisnis Online Automatis

Vemma Bisnis Online Automatis

CERITA CINTA : KU TUNGGU KAU DI MUSIM GUGUR

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Cerita Cinta - Cerita Cinta

User Rating: / 1
PoorBest 
Dedaunan berguguran, menandakan musim gugur telah tiba. Angin yang bertiup seakan menambah indah dedaunan yang berguguran.

Sosok gadis mungil kecil namun cantik parasnya terlihat sedang menunggu seseorang. Sudah bermenit-menit dia menunggu, tak satupun yang datang.
Ditaman itu terlihat sepi, hanya gadis itu yang terlihat duduk manis dikursi taman dengan syalnya yang berkibar tertiup angin.

”Vandi, gw akan tunggu loe sampai loe datang, disini kita berjanji akan bertemu dihari pertama dimusim gugur.” Kata sigadis dengan suara lirih.
Janji gadis itu dengan Vandi kekasihnya dua tahun yang lalu. Mereka berjanji akan bertemu ditaman itu saat musim gugur. Karena mereka berdua sama-sama menuntut ilmu ditempat yang jaraknya tidak memungkinkan untuk selalu bertemu.

Sudah lima jam berlalu, tetapi pujaan hati gadis itu tidak tampak. Raut wajah gadis itu memucat, sedih rasanya.
Gadis itu beranjak bangun dari duduknya, meninggalkan taman dengan perasaan kecewa.

” Teng...teng...” Bel sekolah tanda masuk sudah berbunyi. Riuh kelas menambah semarak suasana SMA RIBUN.

Gadis itu tidak berucap sepatah katapun, yang dilakukannya hanya diam melamun.
” Bita???,”Panggil sahabatnya, Inet.
Bita tersadar dari lamunannya, ”bikin kaget aja!”
” Gimana???, kemarin ketemu Vandi...???”
Bita menggelengkan kepalanya, wajahnya tampak sedih...
Inet memeluk tubuh mungil sahabatnya itu, ”Sabar ya, gw yakin dia masih inget sama  loe, mungkin belum waktunya loe ketemu sama dia...”
Bita hanya terdiam, air matanya tak sanggup dia bendung lagi. ”Mungkin dia udah punya pengganti gw... Mungkin dia udah lupa sama gw... Dan mungkin juga dia udah mengubur semua kenangan tentang gw.”
Inet mengusap air mata Bita, ”Loe ngga boleh berprasangka buruk kaya gitu... Mungkin dia ada halangan, udah jangan nangis lagi.”

Bita mendatangi lagi taman tempat kemarin dia menunggu Vandi sepulang sekolah. Bita duduk kembali dikursi taman, dilihatnya seikat bunga mawar putih dan selembar surat.

”Wah,,, mawar putih.... Inikan bunga kesukaanku... Tapi milik siapa yach???”
Rasa penasaran menghantui Bita. Diambilnya mawar putih itu dan dia membaca surat tersebut. Begitu dibuka surat tersebut, betapa kagetnya dia. Bita mengenali tulisan dalam surat itu yang isinya :


......................

” Aku sayang kamu...
Aku akan selalu ada disamping kamu meskipun aku pergi jauh.”
                            
Vandi...

........................

Menangislah sejadi-jadinya Bita setelah membaca surat itu, ” Vandi... Kenapa loe lukuin ini kegw?? Kenapa loe ngga ketemu langsung sama gw.”

Dibawanya mawar putih itu pulang. Mawar putih itu selalu menemaninya tidur, walaupun sudah layu. Baginya bunga itu adalah teman melepas kerinduanya pada Vandi.
Entah dimana sekarang Vandi berada. Bita selalu hidup dalam bayang-bayang Vandi.

Setahun yang lalu, ketika Bita dan Vandi sama-sama kelas satu SMA, Vandi dan Bita bagaikan raja dan ratu cinta disekolahnya. Hari-Hari mereka begitu indah. Prestasi merekapun bisa diacungi jempol. Bita selalu meraih juara dikelasnya sedangkan Vandi juara kedua dikelasnya, mereka selalu bersaing. Tetapi kebahagian dua insan ini hilang, ketika Vandi harus pindah ke Bogor sedangkan Bita diJakarta.
Semenjak itu, Bita tak tahu lagi kabar Vandi. Vandi dan Bita hilang komunikasi.
Vandi hanya berucap sebelum dia pergi,” Kita bertemu ditaman saat musim gugur! Berjanjilah kamu akan terus menunggu aku...”
Bita mengiayakan janji Vandi kepadanya,” Aku akan menunggu kamu Vandi....”

Semenjak itu, Bita seperti mayat hidup,yang hanya berdiam diri dikelas.
Inet selalu mengajaknya berbagi cerita. Inet tahu Bita begitu merindukan Vandi. Bagi Inet... Vandi dan Bita adalah pasangan yang serasi, teman-teman disekolah pun mengakuinya.

”Bita... Gw dapat kabar gembira buat loe.....!!!” Inet bersemangat.
Bita hanya diam mengacuhkan omongan Inet.
”Sekolahnya Vandi di Bandung bekerja sama dengan sekolah kita untuk seminar bareng tentang Say No To Drugs.”
Bita melompat kegirangan, ”Hah!!!! Serius loe...???.”
”Yaiyalahhhhh.... Dan gw udah ngajuin nama gw dan loe buat ikut seminar itu.. Dan kepala sekolah setuju.....”
”Akhirnya gw bisa ketemu Vandi....Terima kasih Tuhan....Kau mengabulkan doaku...” Bita tersenyum.

Seminggu kemudian. ”Wuiiiihhhh...yang mau ketemu Vandi, mukanya cerah sekali!!! Hehehe....” Ledek Inet.
Bita hanya tersenyum mendengar ledekan sahabatnya itu....
Dalam hati Bita berguming, ”Tuhan jangan sampai kau lepaskan Vandi lagi untuk yang kedua kalinya.....”

Dalam perjalanan menuju sekolah Vandi, Bita melihat kejendela kaca mobil. Dilihatnya kebun teh yang terhampar luas. Dengan petani yang sedang memetik teh. Sejuknya hati Bita melihat pemandangan tersebut ditambah lagi dengan dinginnya udara Bandung yang menusuk tulang. Tak terasa sudah dua jam perjalanan,  hampir sampai.
”Widihhhhh.... Bentar lagi sampai nih.. Bita dandan dulu dong biar cantik kalo ketemu Vandi..Heheeee....” Ujar Inet.
”Apaan sih Net....Rese adjah loe….!!!!!!!!!!!! Jawab Bita marah.

Sesampainya disekolah Vandi. Para murid yang mengikuti seminar langsung turun menuju ruang seminar.
Hanya Bita dan Inet yang tak tahu mereka kemana.
Ternyata mereka berdua mencari kelas Vandi. Dicari oleh mereka, dari kelas yang paling utama hingga paling ujung, tetapi tak ditemuinya Vandi.
Hingga mereka berdua bertemu dengan penjaga sekolah.

”Cari siapa Neng???” Tanya penjaga sekolah yang melihat Bita dan Inet yang kebingungan mencari Vandi.
”Maaf pak saya mau mencari siswa disini yang bernama Vandi! Ujar Inet.
Bita hanya terdiam menunggu jawaban penjaga sekolah itu.
”Oh.. Vandi, dia gak masuk sudah dua minggu.”
”Hah! Dua minggu pak!!!!” Bita kaget.
” Iya dua minggu Neng... Coba saja Neng dateng kerumahnya Vandi. Ini alamatnya..” Ujar sipenjaga sekolah sambil memberikan sebuah alamat.
Tanpa pikir panjang lagi Inet dan Bita langsung menuju rumah Vandi.

Sesampainya disana. Dilihatnya seorang pria yang sedang duduk dihalaman rumah dengan kursi roda.
Dari kejauhan sepertinya Bita kenal dengan orang yang duduk dikursi roda tersebut. Bita terus melangkah menuju rumah Vandi.

”Bita...Tunggu..” ujar Inet.
”Cepetan dong jalannya...lelet loe!” bentak Bita yang saat itu sedang kesal menunggu Inet yang jalannya seperti siput.
”Gw cape tahu...!”

Bita tak menghiraukan ucapan Inet yang sedang terengah-terengah menyusul Bita.
Semakin lama tubuh pria yang memakai  kursi roda itu terlihat.
Betapa kagetnya Bita ketika dia melihat ternyata yang berada dikursi roda itu adalah Vandi, Cowok yang selama ini dia tunggu.

”Vandi!” ujar Bita sambil berlari menuju Vandi.
Dipeluknya tubuh Vandi dari belakang.
Vandi tak menduga bahwa Bita akan menyusulnya sampai keBandung.
”Bita!” Vandi membalikkan badan.
”Iya ini gw, Van...” mata Bita berkaca-kaca melihat kondisi Vandi yang duduk dikursi roda tak bisa berjalan.
”Ngapain loe kesini....?” ucap Vandi ketus.
”Gw nunggu loe ditaman Van, Gw nunggu janji loe setahun yang lalu. Loe sama gw janji buat ketemu ditaman itu, tapi loe gak dateng. Apa sih maksud loe dengan semua itu??” Bita mencurahkan semua unek-uneknya didepan Vandi. Suadh lama dia ingin berbicara seperti itu kepada Vandi.
Vandi hanya diam membisu.
”Van, Jawab... !!!” Bentak Bita.

Terucaplah dari bibir Vandi, ”Gw gak mau loe ngeliat gw dalam keadaan kaya gini. Gw gak mau loe hidup sama cowok yang gak punya kaki kaya gw. Gw kecelakaan dua bulan yang lalu.” Vandi membuka selimut yang menutupi kakinya. Terlihat kaki kanan yang hanya separuh.
Bita sangat kaget dengan ucapan Vandi yang tak terduga itu. Dilihatnya kaki Vandi yang hanya setengah.

”Maaf Van, gw gak tahu kalo loe kaya gini...”
”Gw gak mau loe kasihan sama gw Cuma gara-gara gw cacat!”
”Loe ngomong apa sih Vandi...”
”Bita...masa depan loe masih panjang, gw mau loe cari yang lebih baik dari gw. Cari cowok yang bisa bikin loe bahagia dengan kedua kakinya.....    Jangan kaya gw, yang gak bisa bikin loe bahagia.. Kalo loe sama gw, loe akan sengsara seumur hidup loe. Gw gak mau ngerepotin loe.” Vandi bercerita tentang hatiya seraya mengeluarkan air mata.

Bita memeluk tubuh Vandi yang terlihat sedikit kurus karena memikirkan penyakitnya. Sambil memeluk Bita berkata, ”Gw gak perduli loe mau ngerepotin gw atau gak, Gw juga gak perduli loe punya kaki atau gak, Gw juga gak perduli loe bikin gw sengsara. Yang jelas gw bahagia sama loe, loe dah ngisi hari-hari gw... Gw mau hidup sama loe walaupun keadaan  loe kaya gini.”

Vandi membalas pelukan erat Bita yang sangat dia sayangi.
”Maafin gw Bita... Gw gak tahu lagi harus ngomong apa lagi sama loe, Gw bersyukur loe terima gw walaupun keadaan gw kaya gini.”
Inet ikut bahagia melihat sahabatnya Bita dengan Vandi. Terlihat raut wajah ketenangan dari Bita. Bita tampak tak seperti mayat hidup lagi sekarang.

Bita sangat bahagia. Dengan hal ini Bita tahu bahwa cinta tuh gak memandang pasangannya seburuk apapun. Sejelek-jeleknya pasangan hidup kita, kita hurus mensyukuri keadaannya, karena gak ada manusia yang sempurna didunia.  
                                                                                 

    

Lihat Juga cerita cerita dewasa Rekomendasi dari Kami :

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Mencintaimu

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Always in Love

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kepentok Cinta Kakak Kelas

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Angel yang Cantik Sekali

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Jamilah Anak Betawi

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Hari Pertama Gw Jalan Sama Dia

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Sepinya Kelas Qu

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kehidupan Seorang Play Girls

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kenangan Terindah

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Stasiun Kereta Api

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Gara-gara Facebook

DbClix




Cerita Cerita Lainnya :

Powered By relatedArticle

CeritaCeritaKu.Com TrafficRevenue Get paid To Promote at any Location

GTranslate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Sponsor Kami #1

Custom Tags Cloud