Sunday May 20

Sponsor Kami #2

Iklan Link

 

Peluang Usaha, Dicari Agent
Umrah Travel dan Haji Plus Travel Agent

--------------------------

Buy Online

--------------------------

Kredit Mobil Jakarta

--------------------------

Jual Flash Disk

--------------------------

Baju Baju Baju

--------------------------

Busana Muslimah

--------------------------

Kredit Laptop

--------------------------

Lowongan Kerja

--------------------------

Buy Vacuum Cleaner

 --------------------------

Jual Laptop Murah

 --------------------------

Jual Tas Laptop

--------------------------

 Lelang Online

--------------------------

Hotels & Resorts Finder

 

Vemma Bisnis Online Automatis

Vemma Bisnis Online Automatis

CERITA CINTA : I HATE LIBRA !

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Cerita Cinta - Cerita Cinta

User Rating: / 2
PoorBest 



Pertama sih cinta, Tapi kalau udah putus…Wiiihhhh sakit banget rasanya cuy!!!!!
Tapi, kalau udah ada sahabat, segalanya jadi indah lagi seperti semula.

“Udah donk Dit, jangan nangis terus, ngapain loe nangisin cowok playboy kaya Faris??? Gak penting tahu…,” Ujar Nikel sahabat Dita.
“Tapi gw gak bisa terima kalau dia mutusin gw gara-gara cewek lain, sakit hati gw Nik…sakit..!!!” Dita menangis tersedu hingga matanya bengkak.

Datang Sarah teman sekelas Dita ”makannya cari cowok yang bener, udah gw bilang cowok loe tuh gak bener....!!!”

”Iya gw tahu,” Dita mengusap air matanya.
“Nah, gitu donk jangan nangis mulu, loe sih punya cowok yang zodiaknya Libra!!!’ Ujar Nikel.
“Hah, mang apa hubungannya???” Dita melotot kaget.

Gw trauma sama cowok Libra. Gw dulu sama kaya loe. Cowok yang gw sayang diem-diem punya cewek lagi. Dari situ gw benci banget sama cowok Libra...mungkin gak semua cowok Libra brengsek. Tapi pengalaman gw sama cowok Libra tuh gak ngenakin banget! Pokoknya I Hate Libra....

Ditempat biasa Nikel nunggu bis, diam-diam ternyata ada cowok yang menghampiri Nikel yang sedang duduk menunggu bus sambil mendengarkan I-pood.
Dilihat oleh Nikel lelaki disebelahnya.

”Kalo gak salah loe, anak basketkan???” Tanya Nikel sok kenal.
”Iya, kok tahu???”
”Gak apa-apa... gw tahu adja,” dalam hati Niel berbicara, “yaiyalah gw tahu, loe kan anak basket yang gw suka.”
”Woy... bengong lagi, busnya udah dateng tuh.” Ujar si cowok.
”Oh, iya..gw duluan yaaa..” Nikel meninggalkan si cowok tadi tanpa sempat berkenalan.
Bus meleju kencang, hingga tubuh si cowok makin lama tidak terlihat. Ternyata diem-diem juga si cowpk nyimpen rasa sama Nikel, tapi Nikel gak tahu.

”Aduh mamahhhhh.....!” Nikel berteriak sambil menangis.
Mendengar suara Nikel, mamanya langsung menghampiri.
”Mah, liat gelang Nikel nggak?” Ujar Nikel panik.
”Wah, mamah nggak tahu....” jawab mamah.

Mamah berlalu meninggalkan Nikel panik, karena kehilangan gelang kesayangannya.
Wajah Nikel memerah. ”Aduh gelang gw kemana nih????”
Tak terasa sudah satu jam Nikel mencari gelang itu. Hingga akhirnya Nikel menyerah.
”Aduh,aduh,aduhhhh.....mampus gw, tuh gelang berarti banget buat gw, gelang itu dari mantan gw yang pergi ke Simgapura, walaupun Cuma mantan tapi dia cowo yang bikin gw bahagia....” Air mata Nikel menetes,”gw janji deh kalo ada yang nemuin tuh gelang, kalo cewek gw jadiin saudara tapi kalo cowok gw jadiin pacar, yang penting tuh gelang ketemu deh....!!!!!”

Jam menunjukkan pukul 07.00 WIB, dengan pulasnya Nikel tertidur, gara-gara semalem habis nangis bombai gelangnya hilang.
Nikel terbangun dari tidurnya sambil melihat jam weker.

”Mampus gw jam segini...Waduh...telat gw kesekolah!!!” Nikel berlari kekamar mandi dengan terburu-buru.
Selesai berdandan, Nikel langsung berlari menuju halte bus, biasa nunggu jemputan bus langganannya.
”Yah, gerbangnya ditutup! Gimana nih..?”

Dilihatnya satpam sekolah,”Pak please di buka pintunya...”pinta Nikel memelas.
Satpam itupun tak tega, dan membukakan pintu.

”Makasih ya pak, Bapak baik deh...hehehe..” ucap Nikel sambil menuju kelas. ”Gubrak,” Nikel terjatuh.
”Aduh sial banget sih gw.”
Terlihat seorang cowok mengulurkan tangannya membantu Nikel bangun. Di sambut oleh Nikel uluran tangan cowok tersebut.
”Makasih!” Nikel beranjak bangun.
”Sama-sama, loe Nikel kan? Cewek yang ketemu gw di halte bus kemarin?”
”Iya...dari mana loe tahu nama gw? Nikel penasaran.
”Oh, gw tahu adjah...Gw Radit.” Radit mengulurkan tangannya tanda berkenalan.
”Oh, Radit...,sory yah..sambung nanti adjah, gw lagi buru-buru.” Nikel berlari menuju kelas meninggalkan Radit.

Sesampainya di kelas, untung adjah Bu Nenti guru super galak itu belum dateng.
”Woyyyy...kemana adjah loe jam segini baru dateng?” Tanya Dita.
”Telat gw, gara-gara sampai malem gw nyari gelang yang dari mantan gw, sedih banget gw...” Nikel dengan serius bercerita.
”Wahhhh kok bisa?”
”Gw juga gak tahu, Tapi gw janji kalo ada yang nemuin gelang gw..seandainya cewek, gw jadiin saudara kalo cowok gw jadiin pacar!...”
”Tapi, kalo tuh cowok gak mau sama loe gimana??”
”Ya, harus mau, dan gw harus dapetin dia gimanapun caranya.” Tegas Nikel.
”Wahhh...udah sinting loe yah...Nik!!!!”

Di sisi lain Radit mengambil sesuatu dari tasnya, ternyata itu sebuah gelang dan gelang itu milik Nikel.
”NIKEL! Di gelang ini tertulis nama NIKEL. Yaiyalah gw tahu kalo nama dia NIKEL.
Coba kalo gelangnya kenarin nggak jatuh dihalte bus, mungkin gw gak akan tahu namanya.” Seru Radit, ”Gw harus balikin tuh gelang.”
Tak di sengaja, Nikel menuju arah teman di samping Radit, Radit langsung meraih tangan Nikel.

”Nik, gw mau ngomong!”
”Hah, ada apa Dit..???”
”Ini gelang loe jatuh waktu kemarin nunggu bus, trus gw simpen.”Dengan wajah terkaget-kaget, Nikel mengambil gelang dari tangan Radit.
”Makasih Dit....makasih banget,” Nikel tersenyum bahagia. Dalam hati Nikel  berkata, ”Ya ampuuun, gw gak nyangka Radit yang nemuin gelang gw.”
Tiba-tiba Nikel teringat dengan janjinya,”mampus gw, berarti gw harus jadiin Radit cowok gw? Aduh gimana nihhhh?”

Sampai di kelas, Dita melihat Nikel memegang gelangnya yang hilang.
”Hayoooo....!” Dita mengagetkan Nikel,”itu gelang loeketemu...siapa yang nemuin cewek or cowok????Hayooo..” Dita menggoda Nikel.
”Cowok!” Nikel bengong.
”Hah! Siapa, cowoknya?” Dita penasaran.
”Radit!” Nikel menjawab dengan nada tak bersemangat.
”Hah..Radit! Radit anak basket yang loe suka itu???? Ko bisa...” Dita kaget seakan tak percaya.
”Gw mana tahu!” Nikel mengangkat kedua bahunya memberi isyarat tak tahu.
”Setahu gw yaaa...Radit lahir tanggal 19 Oktober, berarti zodiacnya Libra, Nik...’
”So, tahu! Dari mana loe tahu?”
”Yeeee...gw kasih tahu ngeyel, 2 minggu yang lalu gw suruh ngecek data siswa buat ujian dan gw tahu dari situ...” Dita mengingat-ngingat kembali.
”Hah..! Libra! I HATE LIBRA...” teriak Nikel.
”Loe gak akan tarik janji loe kan Nik?”

Nikel hanya diam, ucapan Nikel tak dihiraukannya lagi,yang ada diotaknya hanya antara balas budi karena Radit menemukan gelangnya (janji) dan zodiac Libra yang sangat dia benci.”Pusing,pusing,pusing....”

Malam yang indah bertaburan bintang menghiasi teras rumah Dita. Dita melamun, memikirkan sahabatnya Nikel. Beberapa menit kemudian terdengar suara motor  Sport menghampiri rumah Dita.

”Eh...Radit!!!” Dita terkejut dengan kedatangan Radit, ”Ayo masuk, Silahkan duduk!” Dita mempersilahkan Radit duduk.
”Ada apa nih???Tumben loe main kerumah gw??”
“Gw mau nanya tentang Nikel!”
”Ya..kenapa????”
”Gw sayang sama dia....udah lama gw sayang sama dia, Cuma gw gak pernah berani tuk ngungkapin perasaan gw, dari kelas 1, 1 tahun gw memdang rasa, gw gak tahu lagi mesti ngomong gimana, Cuma loe yang bisa bantu gw....” pinta Radit.
Dita tertawa,”hahahaha....loe berdua ternyata sama-sama saling suka cuma gak bisa ngungkapinnya.”
”Maksud loe apa????”
”Iya, maksud gw Nikel juga sayang sama loe, malah dia ngefans sama loe maklum loe itu kan pemain basket terkenel di sekolah, loenya adjah yang gak sadar,” Dita menggaruk kepalanya, ”cumaaaaaa....”
Ucapan Dita terhenti. Radit penasaran dengan lanjutan ucapan Dita.

”Cuma apa??” Radit bermuka  masam.
”Cuma dia gak pernah mau ngaku kalo dia suak sama loe karena zodiac loe Libra.”
“Emang apa yang salah dari zodiac Libra???”Radit heran.
”Nikel tuh dulu pernah punya cowok yang berzodiac Libra. Nikel sayang banget sama Rendi (nama cowok yang berzodiac Libra), tapi Rendi malah ngeduain dia. Brengsek emang tuh si Rendi, sahabat gw dimainin, dia kira sahabat gw mainan!!!” nada bicara Dita memarah.
”Lagi pula itukan Cuma zodiac, ngapain juga harus dipercaya...!!” Radit menambah ucapannya.
”Gw juga gak ngerti, lebih baik loe tanya adjah sendiri sama Nikelsebelum loe nyesel nantinya.” ujar Dita.

Malam itu juga setelah dari rumah Dita, Radit langsung menuju rumah Nikel.Bintang bertaburan menerangi sudut-sudut jalan yang sepi, seakan menemani Radit menuju rumah Nikel.
Sesampainya dirumah nikel, Radit melihat Nikel yang duduk didepan teras rumahnya sambil memandangi gelang yang ditemukan Radit.

”Aduh gimana yaaa? Masa gw mesti tarik omongan gw...Huftt, pusing,pusing....!”
Teriak Nikel sambil menutup kedua  telinganya.
 Radit memegang pundak Nikel, Nikel terkejut bukan main.
Radit langsung to the point atas kedatangannya.
“Gw udah tahu semua dari Dita!” Radit memulai ucapannya.

Nikel hanya terdiam mendengar ucapan Radit.
”Gw sayang sama loe!”
Nikel terdiam...
”Nik, gw serius, GW SAYANG SAMA LOE!! Apa loe juga sayang sama gw??”

Tanpa pikir panjang lagi Nikel menjawab,” Maaf gw gak bisa....”
”Kenapa...Apa karena gw cowok berzodiac Libra? Nik, itu semua Cuma ramalan ngapain loe harus percaya...!” Radit meyakinkan Nikel.
Nikel terdiam merenungi perkataan Radit. Teringat olehnya sama lalu bersama Rendi.

Teringat juga olehnya rasa dendam dihati kepada Rendi.
Nikel berfikir sejenak,”Gw gak bisa kaya gini terus. Gw gak bisa terus-terusan Nyimpen dendam yang terlalu lama sama cowok Libra, Radit emang cowok Libra tapi gw gak tahu dia kaya Rendi atau nggak. Hati gw bilang dia baik buat gw, kenapa gw gak kasih kesempatan buat dia!”

Nikel terperangah dari lamunannya dan mengeluarkan ucapan,”Gw gak tahu loe kaya Rendi atau gak! Gw gak mau hati gw sakit kaya dulu lagi, gw gak mau salah pilih cowok, gw udah terlanjur sakit hati sama Rendi dan gw gak mau itu terulang lagi sama loe.....” Nikel terlihat meneteskan air mata.

Radit mendekat seraya memeluk tubuh gadis itu, dengan dekapan yang erat Radit berkata,”Jangan keluarin air mata loe hanya karena masa lalu loe dengan Rendi, gw mau loe lupain semua masa lalu loe sama Rendi. Gw gak mau ngeliat loe nangis lagi.” Radit mengusap air mata Nikel.

Malam yang indah dengan bintang-bintang seakan menghiasi kebahagiaan sepasang insan manusia ini. Indah....bulan pun muncul menemani bintang-bintang yang berkerlap-kerlip.

Lihat Juga cerita cerita dewasa Rekomendasi dari Kami :

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Mencintaimu

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Always in Love

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kepentok Cinta Kakak Kelas

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Angel yang Cantik Sekali

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Jamilah Anak Betawi

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Hari Pertama Gw Jalan Sama Dia

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Sepinya Kelas Qu

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kehidupan Seorang Play Girls

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Kenangan Terindah

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Stasiun Kereta Api

>> Cerita Cerita Ku : Cerita Dewasa : Gara-gara Facebook

DbClix




Cerita Cerita Lainnya :

Powered By relatedArticle

CeritaCeritaKu.Com TrafficRevenue Get paid To Promote at any Location

GTranslate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Sponsor Kami #1

Custom Tags Cloud